
Tanjungpinang, mejaredaksi – Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mencatat kemajuan signifikan dalam penanganan stunting sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, angka kasus stunting turun menjadi 250 dari sebelumnya 330 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, mengungkapkan bahwa upaya berkelanjutan selama 10 bulan yang dilakukan pemerintah berhasil menekan angka stunting.
“Kasusnya sekarang sekitar 250 anak dari sebelumnya 330. Ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang kita lakukan,” ujarnya Kamis (3/10/2024).
Kelurahan Tanjung Unggat, Kampung Bugis, dan Pinang Kencana tercatat sebagai wilayah dengan kasus stunting tertinggi, dengan prevalensi mencapai 8 persen dari jumlah balita.
Sementara itu, beberapa kelurahan lain menunjukkan perkembangan positif dengan angka stunting yang lebih rendah, bahkan beberapa wilayah sudah mencapai nol kasus stunting.
Saat ini, Dinkes Tanjungpinang mulai fokus pada langkah pencegahan, tidak hanya pada penanganan kasus yang sudah ada. Fokus utama kini adalah remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil, untuk mencegah stunting sejak dini.
“Kami rutin membagikan tablet penambah darah kepada remaja putri untuk mencegah anemia. Selain itu, program pendampingan dan edukasi parenting untuk calon pengantin juga telah dijalankan agar mereka dapat mengasuh anak dengan benar,” jelas Rustam.
Pengawasan intensif terhadap ibu hamil juga dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk memastikan bayi yang lahir di Tanjungpinang bebas dari risiko stunting.
“Dengan pengawasan ini, diharapkan para ibu dapat melahirkan bayi yang sehat dan bebas stunting,” pungkas Rustam.
Penulis: Ismail | Editor: Andri






