
Tanjungpinang, MR – Gubernur Ansar Ahmad menegaskan tidak mengeluarkan izin pengalihan rute MV Lintas Kepri dari Tanjungpinang-Lingga menjadi Tanjungpinang-Malaysia.
Melalui Kepala Dinas Kominfo Hasan, Gubenur Ansar meyakinkan jika pengalihan rute dimaksud merupakan inisiatif PT Pelabuhan Kepri yang merupakan Badan Usaha Pelabuhan.
Hasan menyebut Pemprov Kepri perlu mengambil langkah berupa evaluasi terhadap Direktur PT Pelabuhan Kepri.
“Gubernur meminta agar ini diluruskan. Dan beliau minta agar Kadis Perhubungan atau Karo Ekonomi Pembangunan selaku Pembina BUMD menindaklanjuti hal ini,” demikian kata Hasan dalam siaran pers, Minggu (5/2).
Pemprov Kepri dia sebut tidak pernah menyuruh dan menyetujui PT Pelabuhan Kepri mengalihkan jalur pelayaran ke Lingga menjadi ke Malaysia.
“Tapi pihak PT Pelabuhan Kepri mengaku sudah mendapat persetujuan Gubernur. Jelas hal itu tidak benar,” tambah Hasan.
Asisten Ekbang Pemprov Kepri Luki Zaiman sebelumnya disebut Hasan telah diminta Gubernur memimpin RKP BUMD BUP.
“Sudah tegas disampaikan jangan ada pengalihan jalur dulu sebelum ada kapal pengganti. Namun justru PT Pelabuhan Kepri sudah mengambil keputusan sendiri,” pungkas Hasan lagi.
Sejak awal dibuka jalur pelayarannya, tambah hasan, MV Lintas Kepri diperuntukkan untuk masyarakat Lingga sebagai sarana memperkuat konektivitas antar pulau sesuai visi dan misi Gubernur.
“Dan sudah seharusnya pihak PT Pelabuhan Kepri bisa sejalan dengan visi dan misi tersebut,” imbuhnya.
Atas keputusan sepihak itu, PT Pelabuhan Kepri diminta segera untuk membatalkannya.
“Bagaimanapun juga Ini sudah terjadi. Pemprov Kepri akan segera mengevaluasi kinerja Direktur PT Pelabuhan Kepri. Gubernur sangat kecewa dan memberi teguran keras atas hal ini,” tegasnya lagi.
Hasan menjelaskan lagi bahwa BUMD dibentuk tidak hanya berorientasi kepada keuntungan, melainkan yang lebih penting bisa membantu kemudahan pelayanan masyarakat.
Sebelumnya, pengalihan rute MV Lintas Kepri ini mengejutkan sejumlah pihak. Salah satunya anggota DPRD Provinsi Kepri Kamarudin Ali. Politisi senior Golkar Dapil Lingga-Bintan ini mengaku terkejut dan kecewa. (Red/Rls)






