
Tanjungpinang, MR – Polisi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah memasang sejumlah plang peringatan di Kampung Kolam, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (29/9/2023).
Pemasangan plang dilakukan sebagai langkah tindak lanjut atas insiden serangan buaya muara terhadap warga yang sedang mencari ikan di sungai dekat Kampung Kolam beberapa hari lalu.
Menurut Kapolsek Bukit Bestari, AKP Yuhendri, buaya muara sering muncul di sekitar pemukiman warga, baik pada malam hari maupun siang hari.
“Tim patroli juga sering menemukan buaya berjemur di kawasan pesisir Kampung Kolam, mengingat ini adalah habitatnya, banyak buaya disini,” ujar AKP Yuhendri.
Yuhendri mengingatkan warga untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas di dekat sungai tersebut, mengingat beberapa waktu lalu ada warga yang diserang buaya saat mencari ikan.
Sementara itu, Apriyanto Kurniawan dari BKSDA Riau Seksi Konservasi Wilayah II Batam menjelaskan bahwa pesisir Kelurahan Sei Jang memang merupakan habitat buaya berdasarkan survei yang dilakukan oleh BKSDA pada tahun 2022.
“Disini memang habitat buaya, sementara warga juga bermukim disini. Ibaratnya masyarakat hidup berdampingan dengan buaya,” jelasnya Apriyanto.
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan Nomor 106 tahun 2018, Apriyanto menyebutkan bahwa buaya adalah satwa yang dilindungi.
“Buaya adalah satwa yang dilindungi, sehingga tidak disarankan untuk menangkap mereka,” sebutnya.
Apriyanto menyarankan agar warga lebih berhati-hati saat berada di habitat buaya dan tidak membuang sisa makanan di kawasan sungai, karena ini bisa menarik buaya mendekati pemukiman.
“Plang peringatan dipasang sebagai langkah untuk mengingatkan warga akan keberadaan buaya di sekitar mereka,” jelasnya lagi.
Apriyanto memperkirakan bahwa terdapat puluhan ekor buaya di sepanjang Sungai Jang, terutama di pesisir Kelurahan Sei Jang, yang merupakan salah satu titik rawan buaya di Pulau Bintan.
“Total ada 25 titik habitat buaya di Tanjungpinang dan Bintan yang menjadi prioritas pemantauan BKSDA,” pungkasnya.
Penulis: Ismail
Editor: Panca










