
Tanjungpinang, MR – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menjadi sorotanĀ karena dipenuhi antrean truk yang berusaha mengisi BBM jenis solar. Kondisi ini mengakibatkan gangguan arus lalu-lintas di beberapa wilayah.
Pantauan di SPBU Jalan D.I Panjaitan Km 7, Tanjungpinang, antrean truk yang hendak mengisi solar telah mengular hingga mencapai jalan raya, mengakibatkan terganggunya kelancaran arus lalu-lintas.
Kejadian serupa juga terjadi di SPBU Jalan Ir Sutami, dimana banyak truk memarkirkan kendaraannya di badan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter, mereka telah mengantre berjam-jam untuk mendapatkan solar.
Salah seorang sopir truk, Safar, mengungkapkan kekhawatirannya terkait situasi ini. Safar menyatakan bahwa biasanya antrean di SPBU tersebut tidak sepanjang ini.
“Saya biasanya isi disini, dan antrean tidak panjang seperti ini. Tapi baru-baru ini memang panjang, lama kita menunggunya,” ujarnya, Rabu (6/9/2023).
Safar bahkan mengaku sudah mengantre lebih dari 2 jam hanya untuk mengisi solar di SPBU tersebut. Antrean yang berlarut-larut ini telah mengganggu produktivitasnya sebagai sopir truk.
“Ya agak terganggu, karena untuk isi solar berjam-jam menunggu. Ya mau gimana lagi, kondisinya sudah seperti ini,” tambahnya.
Sementara itu, pengawas SPBU PT. Metro Multi Guna di Jalan D.I Panjaitan, Km 7, Zonta Sembiring, mengaku bahwa antrean panjang untuk pengisian solar sudah terjadi sejak sebulan belakangan ini. Namun, ia tidak mengetahui penyebab pastinya.
Menurut Sembiring, jumlah pengguna solar yang membeludak menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean yang panjang ini.
“Yang pasti karena banyak orang beli. Ya kita selagi ada minyak, ya kita jual. Kalau habis ya tutup,” terang Sembiring.
Hingga saat ini, Sembiring menyatakan bahwa pasokan solar dari Pertamina untuk SPBU Jalan D.I Panjaitan, Km 7 tersebut masih aman. Setiap harinya, SPBU tersebut mendapatkan kuota sebanyak 8 ton solar.
Meskipun begitu, Sembiring mengakui bahwa jumlah solar tersebut tidak bisa bertahan lama untuk memenuhi kebutuhan truk.
“Liat kondisi antrean seperti ini, paling setengah hari sudah habis,” tuturnya.
Penulis: Ismail
Editor: Panca






