
Natuna, MR – Tim SAR Gabungan penanganan bencana tanah longsor Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau kesulitan mengirimkan bantuan ke sejumlah perkampungan warga yang terisolir diakibatkan terputusnya akses penghubung.
Upaya membuka akses jalan yang terputus antara Desa Pangkalan dan Dusun Genting di Kecamatan Serasan kini tengah digesa Tim SAR Gabungan.
Upaya tersebut dilaksanakan disamping upaya pencarian empat warga yang masih dinyatakan hilang hingga hari kesepuluh, Rabu (15/3/2023).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna, Abdul Rahman menerangkan, tanah longsor yang terjadi pada Senin (6/3/2023) lalu mengakibatkan sejumlah perkampungan di kedua desa sulit diases.
Komunikasi juga terkendala disebabkan longsor juga mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik.
“Untuk mengirimkan bantuan harus melalui jalan lain yang memutar. Kami berharap ases jalan utama menghubungkan dua desa ini kembali normal sehingga mempermudah pengiriman bantuan,” ujar Abdul Rahman yang juga koordinator misi SAR.
Di hari kesepuluh upaya pencarian hari ini, Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dengan menggali material puing-puing longsor pada area yang dicurigai.
Pada hari kesembilan masa pencarian kemarin, Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah.
Total warga meninggal dunia dalam bencana tanah longsor di Serasan hingga hari ini berjumlah 50 orang. Satu di antaranya hingga hari ini belum bisa diidentifikasi.
Tim SAR gabungan direncanakan akan melakuan proses pencarian hingga tiga hari kedepan setelah memutuskan melaksanakan perpanjangan tiga hari kedua dimulai hari ini.
Penulis/Editor: Andri










