Tanjungpinang, mejaredaksi – Fenomena balap liar yang melibatkan pelajar kembali menjadi sorotan setelah Operasi Zebra Seligi 2025 digelar di Kota Tanjungpinang. Bukan hanya aksi kebut-kebutan yang meningkat, tetapi juga usia para pelaku yang makin memprihatinkan didominasi remaja SMA/SMK hingga SMP.
Selama operasi berlangsung, 71 sepeda motor dan pemiliknya diamankan. Kini, puluhan motor tersebut masih ‘nginap’ di halaman Polresta Tanjungpinang sambil menunggu pemiliknya mengurus proses hukum.
Kasat Lantas Polresta Tanjungpinang, AKP Arbi Guna Bimantara, menyebut dua titik rawan balap liar, yaitu Jalan Dompak dan Senggarang, kembali menjadi langganan kegiatan tersebut.
“Ada 71 motor yang kami amankan. Patroli intensif terus kami lakukan untuk menekan aksi balap liar,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Para pelaku harus menjalani prosedur tilang di Pengadilan Negeri sebelum bisa mengambil kembali motor mereka. Selain membayar denda, kendaraan wajib dikembalikan ke kondisi standar.
“Knalpot brong harus diganti dulu. Kalau syaratnya lengkap, motor bisa diambil,” jelasnya.
Tak hanya penindakan, kepolisian juga bergerak melalui jalur pencegahan. Satuan Lalu Lintas telah menyambangi sejumlah sekolah untuk memberikan edukasi langsung kepada pelajar. Arbi menegaskan, pengawasan tidak bisa dilakukan aparat semata.
“Kami butuh peran orang tua dan guru untuk mencegah anak-anak ikut balap liar,” tegasnya.











