Bintan, mejaredaksi – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bintan sejak Jumat pagi (10/1/2025) menyebabkan puluhan rumah di Kampung Pisang dan Kampung Sei Datuk, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, terendam banjir. Ketinggian air bahkan mencapai seleher orang dewasa.
Menurut warga setempat, Paramita mengungkapkan, banjir ini adalah yang terparah dalam enam tahun terakhir.
“Air sudah naik sejak Jumat siang, mencapai seleher. Banyak barang hanyut, seperti kasur dan peralatan dapur. Kami hanya sempat menyelamatkan dokumen penting,” ujarnya, Sabtu (11/1/2025).
Kampung Pisang dikenal sebagai daerah langganan banjir setiap tahun. Kali ini, sekitar 67 kepala keluarga terdampak parah.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, total ada 681 kepala keluarga di tujuh kecamatan yang merasakan dampak banjir, dengan Kampung Pisang sebagai wilayah terdampak terparah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan penetapan status tanggap darurat.
“Rencananya, malam ini kami akan mengadakan rapat dengan instansi terkait untuk memitigasi bencana. Salah satu opsi adalah menetapkan Bintan dalam status tanggap darurat,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya tindakan cepat mengingat wilayah ini sering dilanda banjir akibat curah hujan tinggi.
“Pemerintah akan meninjau langkah penanganan jangka pendek maupun solusi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang,” tegasnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi banjir yang menjadi masalah tahunan ini, termasuk perbaikan drainase dan pengelolaan daerah resapan air.
Penulis/Editor: Andri










