Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memilih bersikap hati-hati dalam menyikapi wacana penerapan sistem Work From Office (WFO) tiga hari dalam sepekan seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Hingga kini, kebijakan tersebut belum menjadi pilihan utama Kepri, meski isu efisiensi anggaran terus mengemuka.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman, menegaskan bahwa aktivitas aparatur sipil negara (ASN) masih berjalan normal sesuai jam kerja yang berlaku. Bahkan, sejumlah layanan publik tetap beroperasi penuh tanpa kompromi waktu.
“Kita masih bekerja seperti biasa sesuai jam kerja. Beberapa layanan malah berjalan sesuai jadwal khusus,” ujar Luki, Senin (19/1).
Menurutnya, tidak semua sektor pemerintahan memungkinkan penerapan pola kerja fleksibel. Layanan kesehatan, seperti rumah sakit, menjadi contoh nyata bahwa sistem kerja harus berjalan 24 jam penuh, termasuk pada hari libur nasional.
“Kita tidak bisa menyamakan semua instansi. Rumah sakit misalnya, petugas tetap bekerja nonstop, tidak mengenal istilah WFO tiga hari,” jelasnya.
Terkait penerapan Work From Anywhere (WFA), Luki menyebut kebijakan tersebut sepenuhnya menunggu arahan dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, Pemprov Kepri belum menetapkan skema WFA bagi ASN.
“Untuk sekarang, kita belum menuju ke sana. Tapi ke depan tentu akan kita lihat sesuai kondisi. Yang jelas, ASN masih semangat bekerja,” tambahnya.
Soal kemungkinan efisiensi anggaran besar-besaran pada tahun 2026, Luki mengaku belum dapat memastikan. Namun, Pemprov Kepri berharap peningkatan penerimaan daerah dapat menjadi kunci agar seluruh program pembangunan tetap berjalan optimal.
“Harapannya penerimaan daerah meningkat. Kalau itu tercapai, semua program bisa tetap jalan,” pungkasnya.







