Tanjungpinang, mejaredaksi – Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali beredar di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, setelah sempat dihentikan sejak 7 Februari 2025. Namun, penyaluran beras subsidi dari pemerintah ini hanya berlaku selama bulan suci Ramadan, berlangusg hingga 20 Maret 2025.
Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, yang khusus diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
“Penjualannya tidak dibatasi, namun distribusi ini memang dikhususkan untuk bulan Ramadan saja,” ujar Arief, Jumat (28/2/2025).
Kepri menjadi salah satu wilayah yang mendapat pengecualian dalam penyaluran beras SPHP.
Menurut Arief, kebijakan ini tidak diterapkan di seluruh Indonesia, melainkan hanya di beberapa wilayah tertentu, termasuk Wilayah II yang mencakup Kepri sebagai daerah perbatasan dan terluar.
Dengan kebijakan ini, Bulog kembali menjual beras SPHP melalui berbagai kegiatan operasi pasar murah yang rutin diselenggarakan oleh pemerintah daerah guna menjaga stabilitas harga.
Saat ini, stok beras SPHP di gudang Bulog masih tersedia sebanyak 1.400 ton, yang diperkirakan cukup hingga dua bulan ke depan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan saat Ramadan dan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Harga jual beras SPHP tetap dipatok Rp58 ribu per lima kilogram, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga beras di pasaran.
“Dengan kebijakan ini, stabilitas harga beras selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terjaga,” pungkas Arief.
Penulis: Ismail | Editor: Andri












