
Kota Kijang sebagai bekas pusat pertambangan bauksit di Kabupaten Bintan menyimpan berbagai potensi menarik untuk dikunjungi. Mulai dari menelusuri sejarah hingga menyantap beraneka hidangan makanan laut yang segar.
mejaredaksi – Sejarah mencatat Kota Kijang adalah pusat pengolahan bijih bauksit. Kijang dan bauksit adalah hal yang sulit dipisahkan. Pertambangan bauksit secara tidak langsung membentuk Kijang menjadi kota dan menjadi pusat keramaian sejak bauksit dieksplorasi di kawasan ini.
Tahun 1935-1942, pengelolaan bauksit di Kijang dilakukan NV Naamloze Venotschap Indische Bauxit Exploitatie Maatschappij (NIBEM). Perusahaan ini mengelola bauksit hingga hengkang Belanda hengkang dan Jepang masuk ke Kepulauan Riau tahun 1942.
Penambangan bauksit di Kijang bahkan masih berlanjut pasca kemerdekaan. Pemerintah RI secara resmi mengambil alih tambang di Kijang pada tahun 1959, lalu menyerahkan pengelolaannya kepada PT Aneka Tambang (Antam) di tahun 1968.
Antam menghentikan kegiatan penambangan bauksit di Kijang sejak 22 September 2009, namun Antam masih tetap menjalankan berbagai program pascatambang, yang meliputi kegiatan reklamasi, revegetasi, serta Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memulihkan lingkungan yang terganggu dan mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Sejarah pertambangan bauksit di Kota Kijang ini dapat Anda lihat pada monumen dan relief dibangun PT Aneka Tambang yang berada tak jauh dari taman yang berada di pusat kota.

Di pusat kota terdapat juga kolam bekas pencucian bijih bauksit zaman Belanda yang berdekatan dengan Masjid Raya Nurul Iman. Keduanya juga menjadi bagian tidak terlepaskan dari penambangan bijih bauksit di kota ini.
Taman Kota

Sebagai kota yang sudah lama terbentuk, Kijang memiliki nuansa yang asri, dengan pohon-pohon berukuran besar yang tumbuh di marka jalan atau pemukiman penduduk.
Keasrian Kota Kijang itu terlebih oleh adanya taman atau ruang terbuka hijau. Salah satunya adalah Taman Kota Kijang yang nyaris selalu ramai dikunjungi.
Taman ditumbuhi beraneka tanaman ini ramai dikunjungi warga karena juga memiliki fasilitas yang memadai untuk bersantai, terlebih bersama keluarga.
Anda dapat dengan mudah menemukan bangku-bangku yang tersusun di sudut taman, menjadikan pengunjung dapat lebih bersantai sembari menikmati jajanan yang dijual pedagang di sekitarnya.
Selain itu, di Taman Kota Kijang, pengunjung juga dapat menemukan berbagai permainan anak yang dapat membuat si buah hati ceria bermain.
Jangan lupa untuk berfoto di sini untuk menjadi kenangan jika Anda pernah berkunjung ke Kota Kijang.
Bunga Sakura

Yang tak kalah menarik ketika berkunjung ke Kota Kijang adalah Anda dapat menemukan pohon sakura yang rutin berbunga setiap tahun.
Pohon sakura dapat anda temui di sekitar taman kota kijang, berada di tepian danau taman kota.
Pohon sakura ini juga menjadi bagian dari sejarah pertambangan bauksit. Keberadaan sakura di Kota Kijang setelah seorang profesor bekerja di NV Naamloze Venotschap Indische Bauxit Exploitatie Maatschappij (NIBEM) menanam beberapa pohon sakura di sekitar areal lokasi pertambangan.

Pohon sakura ditanam sang profesor memang sudah mati. Namun pohon sakura yang ada saat ini adalah bibit dari pohon sakura itu. Lokasinya berada dekat mini zoo yang sebaiknya juga Anda kunjungi.
Wisata Kuliner
Selain mendatangi kedai kopi legend, Anda jangan sampai melewatkan untuk menyantap aneka kuliner khas ketika berada di Kota Kijang.
Di kota ini Anda dapat dengan mudah menemukan rumah makan atau restoran dengan suasana laut, lalu menikmati aneka seafood segar.
Kesegaran seafood di kota ini dapat dijamin mengingat Kijang adalah kota penghasil ikan. Di kota ini juga menjadi pusat penampungan ikan dari pulau sekitar sebelum dikirim ke daerah lain, bahkan diekspor ke luar negeri.
Otak-otak yang Terkenal

Selain seafood dan kudapan khas lokal, selama di Kijang makan Anda harus menyempatkan diri ke Sungai Enam, salah satu kelurahan di Kota ini.
Sungai Enam adalah kelurahan yang menjadi sentra otak-otak, makanan khas kota ini. Anda dapat mencicipi otak-otak terbuat dari beberapa bahan utama, di antaranya daging ikan, sotong (cumi-cumi), juga otak-otak berbahan tulang ikan yang kerap diburu di kota ini.
Desa Wisata Kuliner
Gubernur Kepri Ansar Ahmad meyakinkan akan menjadikan Sungai Enam sebagai Desa Wisata Kuliner. Selain otak-otak yang menjadi andalan, di kawasan ini Pemprov Kepri disebut Ansar akan mendorong pelaku UKM di kota ini untuk mengembangkan kuliner khas lainnya.
Dikembangkannya Kota Kijang sebagai salah satu destinasi wisata di Pulau Bintan setelah Pemprov Kepri membuka akses jalan penghubung dari kilometer 18 tembus ke kota Kijang.
“Saat ini jalan yang telah terhubung memang baru satu akses. Namun ini akan memperpendek akses, sehingga wisatawan dari Lagoi tidak hanya berkunjung ke Tanjungpinang, tetapi juga bisa ke Kijang,” ujar Ansar Ahmad.
“Satu persatu pengembangan pariwisata di Kepri kita dorong untuk menambah peningkatan perekonomian masyarakat,” tutup Ansar. (*)
Penulis / Editor: Andri












