Tanjungpinang, mejaredaksi – harga cabai di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, akhirnya mulai turun sejak sepekan terakhir. Meski begitu, harga komoditas dapur ini masih tergolong tinggi dan belum sepenuhnya ramah dompet.
Pantauan di Pasar Bintan Center, Senin (12/1/2026), harga cabai merah kini berada di kisaran Rp58 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp70 ribu. Penurunan juga terjadi pada cabai rawit jawa yang sebelumnya Rp90 ribu, kini turun menjadi Rp55 ribu per kilogram.
Tak hanya cabai, harga bawang jawa ikut terkoreksi. Dari sebelumnya Rp48 ribu, kini dijual Rp40 ribu per kilogram.
Namun, tidak semua sayuran ikut turun harga. Wortel justru masih bertahan di level tinggi.
“Untuk wortel masih mahal, sekarang Rp24 ribu per kilo. Dulu cuma Rp18 ribu. Stoknya memang masih terbatas,” ujar Lauren, pedagang di Pasar Bintan Center.
Menurut pedagang, penurunan harga sejumlah bahan pokok ini dipengaruhi oleh mulainya kembali distribusi yang lancar, terutama pasokan dari Pulau Jawa yang menjadi sumber utama komoditas cabai.
Minyakita Masih Menghilang dari Etalase
Di tengah kabar baik turunnya harga cabai, kelangkaan minyak goreng merek Minyakita masih menjadi pekerjaan rumah. Hingga kini, minyak goreng subsidi tersebut belum terlihat di sejumlah toko sembako di Tanjungpinang.
“Minyakita masih kosong. Belum ada kabar kapan masuk lagi,” kata Ahong, pemilik toko sembako di kawasan Jalan Bintan Center.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan alokasi kuota sebesar 35 persen dari produsen minyak goreng nasional. Namun, pasokan Minyakita memang belum tiba di daerah.
“Sekitar tanggal 20 nanti Minyakita dijadwalkan tiba di Tanjungpinang dengan kuota awal sekitar 100 ribu liter,” jelasnya.
Arief menambahkan, ke depan Bulog menargetkan pasokan Minyakita masuk secara rutin setiap bulan guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kepulauan Riau.
“Kami upayakan distribusi berjalan berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.










