Dampak Keracunan MBG: Wagub Kepri Audit Mendadak 68 Dapur Gizi, Pastikan Standar Higienis

Tanjungpinang, mejaredaksi – Kasus dugaan keracunan massal belasan siswa di Kepulauan Riau (Kepri) usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) memicu reaksi cepat dari Pemerintah Provinsi.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan pihaknya akan segera melakukan audit menyeluruh terhadap semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada.

Langkah ini diambil untuk menjawab kekhawatiran publik terkait standar kebersihan dan kualitas makanan yang disalurkan. Lebih dari sekadar perbaikan, audit ini bertujuan memastikan layak tidaknya 68 dapur MBG yang telah beroperasi mendapatkan sertifikasi higienis.

Wagub Nyanyang mengungkapkan bahwa sejauh ini, tercatat enam SPPG di Kepri telah bermasalah, mulai dari temuan binatang dalam makanan hingga kasus sakit perut dan keracunan yang menimpa siswa.

“Nanti kita cek ke semua SPPG di Kepri. Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama BPOM akan mengaudit, apakah [dapur-dapur ini] layak mendapatkan sertifikat higienis,” kata Nyanyang, Senin (29/9/2025).

Sebagai respons cepat, pengoperasian enam SPPG yang terbukti bermasalah tersebut telah dihentikan sementara. Diduga kuat, insiden ini terjadi akibat kelalaian dalam menjaga kehigienisan makanan.

“Untuk kebersihan dan kesehatan makanan itu sangat penting. Saat ini dapur yang sudah dibangun sebanyak 68 unit, dari target 103 unit, dan semuanya belum memiliki sertifikat higienis,” pungkas Nyanyang.

Untuk menyelesaikan permasalahan krusial ini dan mencegah terulangnya insiden keracunan, Pemprov Kepri akan segera berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) Koordinator Wilayah Pekanbaru.

Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola standar higienis dan memastikan semua SPPG beroperasi sesuai Prosedur Operasi Standar (SOP) yang ketat.

“Kita segera berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional Koordinator Wilayah Pekanbaru untuk datang ke Kepri. Ini untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya.

Audit mendesak dan pengurusan sertifikasi higienis ini menjadi penentu nasib program MBG di Kepri. Keamanan dan kesehatan anak-anak sekolah kini menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *