
Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Ibu Hj Debby Maryanti menginginkan agar petani di Bintan setidaknya mampu menggalakkan budidaya tanaman hortikultura sebagai tanaman yang ditanam di pekarangan (kebun di sekitar rumah) maupun di ladang perkebunan. Hal tersebut dikatakannya bahwa program budidaya hortikultura sangat baik dan sejalan dengan program hatinya PKK.
“ Gerakan menanam sayur-mayur, cabe, aneka buah-buahan ini sejalan dengan program hatinya PKK, selain itu komoditas tersebut juga mampu menekan angka inflasi ” ujarnya
Selain itu, dirinya juga meminta agar dalam pengembangan tanaman hortikultura sebaiknya bisa memaksimalkan limbah rumah tangga sehingga lebih berdayaguna.
” Pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai pupuk bagi tanaman hortikultura juga penting, sehingga lebih berdayaguna ” ujarnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bintan Supriyono mengatakan bahwa untuk mendukung program pengembangan tanaman hortikultura bagi petani di Kabupaten Bintan maka sangat diperlukan pupuk yang memadai. Ditahun 2018 ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bintan telah mengalokasikan pengadaan pupuk bagi petani hortikultura baik untuk pupuk organik maupun pupuk anorganik.
” Kita alokasikan pupuk organik (kompos) sebanyak 13.598 Kg dan pupuk anorganik (NPK) sebanyak 6.713 Kg bagi Kelompok Wanita Tani dan Kelompok Tani ” ujarnya
Dinas Ketahanan Pangan sendiri mencatat bahwa dibulan September 2018 ini, untuk ketersediaan komoditas sayur mayur dipasaran Kabupaten Bintan menyentuh angka 1.083.331 Kg dengan tingkat konsumsi masyarakat mencapai 696.506 Kg. Sedangkan untuk komoditas cabe rawit 612.623 Kg dengan tingkat konsumsi mencapai 442.499 Kg.
” Rata-rata fluktuasi harga dipasaran sayur mayur mencapai Rp 12.000/Kg sedangkan harga cabe rawit mencapai Rp 38.000/Kg ” tutupnya. (zu)












