
Tour de Bintan, satu-satunya di Indonesia yang masuk dalam kalender event bergengsi tingkat dunia. Tour de Bintan yang digelar pada 23-25 Maret 2018 sudah selesai dan sukses diselenggarakan . Tour de Bintan diikuti 1200 atlet sepeda dari 48 negara juga masuk dalam kalender event UCI Gran Fondo World Championship. Hal ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bintan. Tour de Bintan 2018 menjadi ajang untuk berebut poin agar bisa mengikuti Kejuaraan Dunia UCI Gran Fondo (GFWC). Tahun ini, GFWC akan berlangsung di Varese, Italia. Dari 30 Agustus sampai 2 September.
Event Tour de Bintan merupakan event tahunan di Kabupaten Bintan yang menggabungkan tantangan mendebarkan dengan wahana indah melintasi lanskap Pulau Bintan yang menakjubkan. Perlombaan balap epik yang memasuki edisi ke 8 ini dikenal sebagai tantangan balap sepeda paling favorit dan utama di Asia. Sekarang di tahun ke-8, Tour de Bintan yang ikonik sukses mengolah pengendara sepeda hingga akhir pekan yang penuh semangat, meriah, dan meriah di Bintan yang indah. Rute ini membawa para pengendara sepeda ke jalan-jalan pantai yang menakjubkan, melewati hutan hijau lebat yang lebat dan penduduk desa yang ceria menikmati pemandangan dramatis dari kecepatan dan warna. Jarak untuk semua tingkat bersepeda tersedia.
Penyelenggaran Tour de Bintan dibuka langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur. Event internasional ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja sektor pariwisata
dan menjadikan Bintan seperti Bali. Asman Abnur berharap Bintan bisa menjadi Bali-nya Indonesia bagian barat dengan peningkatan sektor pariwisata terus-menerus. “Eksistensi Bintan harus terus dijaga, dengan event-
event internasional seperti ini, sehingga Bintan semakin dikenal dunia,” kata Menteri Asman.
Asman Abnur mengatakan Pemkab Bintan dan PT BRC berhasil menggelar Tour de Bintan yang ke 8 kalinya di Bintan. Event olahraga kepariwisataan yang digelar di Bintan membuat atlet maupun wisatawan seluruh dunia
takjub. Bintan yang memiliki keindahan alam indah didukung dengan sarana prasarana membuat Bintan menjadi satu dari dua tempat di Asia pagelaran olahraga bergengsi ini. Bintan diharapkan bisa menjaga potensi yang
ada dan meningkatkan penyelenggaraan produk wisata yang bisa meningkatkan kunjungan wisman. Pemerintah daerah harus bisa bersinergi dengan masyarakat bersama-sama menjaga keamana, kenyamanan dan
kebersihan Bintan.
Pelepasan atlet Tour de Bintan juga dihadiri Staf Ahli Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ratna Sari, Wakil UCI Internasional Dato Amarjid Sight Gill, Perwakilan ICF Budi Saputro, GGM PT Bintan Resort Cakrawala
(BRC) Abdul Wahab dan GM Administrasi PT BRC, Aditya Laksamana.
Bupati Bintan, Apri Sujadi, mengatakan Tour de Bintan adalah salah satu dari 2 balapan di Asia dan 22 di dunia yang memungkinkan 25% pengendara sepeda teratas untuk lolos ke Kejuaraan Dunia Gran Fondo UCI yang
akan menuju ke Varese, Italia pada 2018. Tour de Bintan juga dibagi berdasarkan kategori usia dengan penggolongan 18-34 tahun, 35-39 tahun, 40-44 tahun, 45-49 tahun, 50-54 tahun, 55-59 tahun, 60-64 tahun, dan 65 tahun ke atas. Kategori usia berlaku untuk ras Gran Fondo yang kompetitif (17km ITT, 144km Classic, 111kmCentury). 25% teratas dari masing-masing kategori usia dalam ITT 17 km dan 144 km Gran Fondo Classic
akan lolos ke Kejuaraan Dunia Gran Fondo UCI. Hanya 19 tahun ke atas yang memenuhi syarat untuk kualifikasi Kejuaraan Dunia UCI.
Tour de Bintan terdiri dari beberapa klasifikasi. Klasifikasi pertama disebut klasifikasi panggung. Klasifikasi ini untuk17km Individual Time Trial, 144km Gran Fondo Classic dan 111km Gran Fondo Century masing-masing
memiliki Klasifikasi Tahap. Untuk setiap kategori usia, pengendara sepeda yang melintasi garis finish pertama adalah pemenang ‘tahap’ dan menerima piala. Semua pembalap yang melintasi finish di peloton yang sama
dikreditkan dengan waktu finish yang sama. Klasifikasi kedua disebut klasifikasi umum. Klasifikasi ini untuk 17km Individual Time Trial, 144km Gran Fondo Classic dan 111km Gran Fondo Century dihitung berdasarkan
Klasifikasi Umum.
Untuk setiap kategori usia, pengendara sepeda dengan akumulasi waktu tercepat adalah pemenang dan menerima Jersey Kuning. Jersey Kuning diberikan setelah setiap tahap dan harus dipakai di tahap berikutnya. Tiga pemenang pertama dari klasifikasi umum pada akhir Tour de Bintan menerima piala. Gran Fondo Classic (144km) dan Century (111km) masing-masing memiliki 2 titik sprint menengah. Tiga pesepeda pertama dari masing-masing kategori yang lulus poin ini mendapatkan bonus detik untuk Klasifikasi Umum. Klasifikasi ketiga disebut klasifikasi tim. Semua pesepeda tim dapat memperoleh poin menuju peringkat tim dengan
menyelesaikan ITT 17km, 144km. Tim putra dan putri top-3 dengan total poin tertinggi menerima trofi.
Kategori Gran Fondo Classic diselenggarakan Sabtu (24/3) mulai pukul 07.30 WIB. Kategori Gran Fondo Challenge dimulai pukul 09.15 WIB. Selanjutnya, kategori Gran Fondo Century dimulai pukul 07.00 WIB, Minggu (25/3). Kategori Gran Fondo Discovery dimulai pukul 09.20 WIB. Kategori pertama Gran Fondo Classic memiliki jarak tempuh 144 kilometer dengan jalur simpang Lagoi-lome-pulau pucung-Malang Rapat-Teluk Bakau-Kawal-Kangka-Korindo-Kijang-Barek Motor-bundaran Masjid Raya Nurul Iman kijang, Tugu Antam-simpang tiga kuburan, simpang tirta madu-Gesek-Toapaya-Simpang Lagoi lewat jalan lama.
Kategori Gran Fondo Challenge menempuh jarak 82 kilometer dengan rute start dari simpang lagoi-Lome-Pulau Pucung-Teluk Dalam-Pengudang-Jalan Lama Tanjunguban dan Finish di Simpang Lagoi. Kategori Gran Fondo Century menempuh jarak 111 kilometer dengan rute Nirwana Gardens Resort-Simpang Lagoi-Sungai-Desa Sebong-Pereh-Tun Teja-Kampung Bugis-Kampung Baru-Dahope-Al Qur’an Centre/Kantor Camat Lama-Polsek Tanjunguban-Makam Pahlawan-Jembatan Busung-Lintas Barat-Gunung Bintan-Gerbang Gunung Bintan-Tugu Durian-Sri Bintan-Satrad-Simpang Ekang-Kampung Baru-Simpang Lagoi-finish Nirwana Gardens. Kategori Gran Fondo Discovery menempuh jarak 82 kilometer dengan rute start dari Bandar Bintan Telani-Reservoir (Bendungan)-Ria Bintan Pos 1-Pos 2-jalan utama menuju Simpang Lagoi-Simpang Ekang-Kampung Baru-Simpang Lagoi-finish Nirwana Gardens
Apri Sujadi mengatakan jumlah peserta Tour de Bintan 2018 mencatatkan rekor sejarah sepanjang pagelarannya. Jika tahun 2016 jumlah peserta hanya 824 peserta, tahun 2017 jumlah peserta meningkat menjadi 1.045 peserta dan di 2018 peserta bertambah menjadi 1.200 peserta. Peningkatan jumlah peserta juga berkaitan langsung dengan peningkatan pendapatan asli daerah. Disamping pendapatan dari pajak hotel tempat menginap para peserta, pendapatan dari sumber lain juga ikut dirasakan. Jika digabungkan antara atlet, official dan media yang datang dari mancanegara jumlahnya 7000-an berasal dari 48 negara. Per harinya jika satu orang belanja Rp3 juta maka perputaran uang di kawasan Lagoi mencapai Rp20 miliar per hari.
Apri mengatakan Pemkab Bintan akan terus meningkatkan even wisata berlevel internasional untuk menarik daya tarik wisatawan ke Bintan. Apri mengatakan pengembangan kawasan wisata tidak hanya kawasan Lagoi,
tapi saat ini Bintan ingin memperluas titik wisata internasional ke sebelah Bintan timur. “Gurun pasir dan pantai trikora juga memiliki daya tarik sendiri. Kita harus meningkatkan daya pariwisata Bintan karena 60 persen PAD
Bintan bersumber dari pariwisata,” kata Apri.






