
Tanjungpinang, MR – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan dirinya mendapat undangan di salah satu TV Swastas Nasional sebagai narasumber Live Talkshow, tiba-tiba dibatalkan secara mendadak.
Talkshow yang membahas tentang Menuju Indonesia Digital 2024, dengan fokus pembangunan infrastruktur digital di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) tersebut, Ansar beranggapan pembatalan dirinya sebagai narasumber itu dikarenakan ada pihak-pihak tertentu yang tidak ingin Kepri ini dikenal lebih luas.
“Saya mendapatkan kabar pembatalan dari humas, saya tidak tau juga kenapa dibatalkan. Padahal itu bukan permintaan saya. Apakah memang ada pihak-pihak yang tidak ingin Kepri ini dikenal lebih luas. Semoga tidak seperti itu,” ungkap Ansar saat ditanya oleh awak media, usai membuka STQH IX Provinsi Kepri 2021, di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (27/07/2021).
Ansar menceritakan, dirinya mendapat surat undangan dari Metro TV, sebagai narasumber bersama narasumber lainnya yakni Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dan Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono serta Ketum APZII, Jamalul Izza.
“Namun demikian, saya hormati itu. Mungkin lain wkatu kita bisa langsnakan lagi. Untuk pembangunan BTS ini tentunya kita juga menyambut baik, karena hal ini sangat baik dalam menunjang untuk meningkatkan kualitas guru dan anak didik di daerah-daerah,” ujar Ansar.
Dikatakan Ansar, keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dalam mendukung program pemerintah pusat untuk pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) tersebut, maka kemungkinan diminta Menkominfo Johnny G Plate, untuk menjadi narasumber itu.
“Itu mungkin permintaan pak Menkominfo. Karena beberapa waktu yang lalu ketika saya baru menjabat, beliau (Menkominfo) dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) sebagai mitra kerjanya Kemenkominfo akan membangun 38 tower di kawasan 3T tersebut,” jelas Ansar.
Saat ini, pembangunan tersebut dalam persiapan namun sudah mendapat jaminan akan dibangun. Karena belum lama ini juga, dirianya bersama Menkominfo Johnny G Plate dan pihak BAKTI telah melakukan peletakkan batu pertama pembangunan BTS 4G di Desa Kelanga, Kabupaten Natuna, pada Bulan April 2021 lalu.
“Dalam kunjungan ke Natuna bersama Menkominfo juga meninjau dan mengunjungi pemanfaatan internet Palapa Ring Barat di GeoPark Natuna,” ujar Ansar.
Secara keseluruhan, lanjut Ansar dari 38 BTS yang akan dibangun di Kepri tersebut, Kabupaten Natuna akan dibangun 17 BTS, Kabupaten Kepulauan Anambas 16 BTS dan Kabupaten Bintan 5 BTS.
Tidak sampai disitu saja, Ansar juga mendorong daerah lain di Kepri yang juga membutuhkan seperti Kabupaten Lingga. Dan direncanakan Kabupaten Lingga akan dibangun 40 tower oleh pihak swasta, provider operator seluler.
“Alhamdulillah di Lingga juga dapat, tentu mereka pihak swasta membangun dengan pola bisnis mereka yakni tergantung untung rugi. Namun peluang yang ada di pusat itu kita kejar semaksimal mungkin,” jelasnya.
Dikesempatan tersebut, Ansar berharap pembangunan BTS 4G di kawasan 3T tersebut dapat memberi efek positif dalam hal mengakses telekomunikasi. Sehingga segala perkembangan dan informasi bisa diterima dengan cepat oleh masyarakat.
“Harapannya semoga pulau terluar dan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga bisa mengakses internet dengan cepat dan maksimal. Karena saat ini, di kawasan 3T itu memang terbatas,” pungkasnya. Bar












