Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun di Selat Malaka, Polri Tangkap 8 Awak MT Global 168

Belawan,mejaredaksi – Tim gabungan Polri, BNN, dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan narkotika skala internasional di perairan Sumatera Utara.

Sebanyak 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) senilai Rp3,48 triliun berhasil diamankan dari kapal tanker MT Global 168. Pengungkapan fantastis ini digelar di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Jumat (23/10/2026).

Kapolri Jenderal Polisi, Suyudi Ario Seto mengatakan, dalam operasi tersebut petugas menangkap delapan awak kapal yang terdiri dari tujuh WNI dan satu WNA asal Taiwan.

“Ke-8 awak kapal ini terdiri dari 7 orang warga negara Indonesia ya, dan 1 orang warga negara asing ya, WNA asal Tiongkok, Taiwan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengoperasikan kapal,” kata Suyudi.

Ia menjelaskan, pengungkapan berawal dari intelijen yang mencurigai anomali rute MT Global 168 di Selat Malaka yang melintasi Laut Andaman.

Temuan itu langsung ditindaklanjuti operasi gabungan.Pada Senin (19/10/2026), tim BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim bersiaga di Kuala Tanjung menggunakan kapal patroli BC 20006 dan KP Murai 4018.

Awalnya intersepsi akan dilakukan sebelum kapal masuk ke Port Klang, Malaysia, namun kapal berhasil diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan.Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 58 karung berisi ketamin HCl dengan berat bruto 1,16 ton.

Selain itu, disita 1 unit kapal MT Global 168 dan 14 handphone milik tersangka.

“Tim gabungan berhasil mengamankan obat keras jenis ketamin HCl. Barang bukti ini ditemukan dalam 58 karung dengan total berat bruto mencapai 1,16 ton,” ungkap Suyudi.

Nilai barang bukti ini diperkirakan mencapai Rp3,48 triliun dengan asumsi harga gelap Rp3 juta per gram. Dari penggagalan ini, setidaknya 5,8 juta jiwa terselamatkan dari penyalahgunaan narkotika.Bahkan, negara disebut berhasil menghindari potensi biaya rehabilitasi hingga Rp116 triliun dengan asumsi biaya Rp20 juta per orang.

“Angka-angka fantastis ini merupakan bukti nyata betapa besarnya daya rusak sindikat internasional terhadap ketahanan nasional kita,” ujar Suyudi.

Ia menegaskan bahwa negara tidak akan kalah melawan sindikat internasional.

“Penyelamatan 5,8 juta jiwa dan pencegahan kerugian hingga ratusan triliun menegaskan bahwa negara selalu hadir, tanggap, dan tidak akan pernah kalah dalam melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman kejahatan internasional,” pungkasnya.

News Feed