Tanjungpinang,mejaredaksi – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meminta seluruh pemerintah daerah menindaklanjuti program prioritas pemerintah pusat, termasuk program tiga juta rumah dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Ia mengatakan, perkembangan setiap program telah dibahas berdasarkan item masing-masing. Pemerintah daerah diminta tidak berhenti pada pembahasan, tetapi memastikan pelaksanaannya berjalan di lapangan.
“Kita bahas capaian tiga juta rumah, program Presiden. Jadi semua kita instruksikan, masing-masing item kita paparkan dan mereka menindaklanjuti di bawah,” ucapnya, Rabu (09/9/2026).
Untuk memastikan program tersebut berjalan, Ansar akan melakukan pemantauan secara berkala setiap dua minggu.
Pemantauan itu dilakukan untuk melihat perkembangan sekaligus mengetahui kendala yang muncul di lapangan.
“Nanti saya akan memonitor dua mingguan ya, perkembangannya bagaimana. Tapi semua memahami,” katanya.
Selain program perumahan, ia juga menyoroti pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Ia meminta tidak ada SLHS yang diterbitkan apabila Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum memenuhi seluruh persyaratan dan dinilai belum layak beroperasi.
“Jangan keluarkan SLHS kalau tidak layak dan semua persyaratan belum dipenuhi,” tegasnya.
Menurutnya, aspek sanitasi, terutama kualitas air, menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian serius.
Air yang tidak memenuhi standar dapat membahayakan kesehatan karena berpotensi mengandung bakteri.
Selain itu guna memperkuat pengawasan, ia juga menugaskan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura untuk ikut memantau SPPG yang proses SLHS-nya masih berjalan agar seluruh persyaratan dipenuhi dengan baik dan cermat.
Sementara terkait KDMP, ia menyebut Pemprov Kepri masih membahas pola pengoperasiannya bersama Korem dan Kodim.
Ia mengatakan, koperasi tersebut nantinya berpeluang menjadi bagian dari rantai pasok berbagai aktivitas ekonomi, termasuk yang berkaitan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih.
“Paling itu akan membangun rantai pasok dari berbagai aktivitas yang termasuk Kampung Nelayan Merah Putih. Itu nanti ada link-nya sama Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan peluang program bantuan 5.000 kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui skema yang dinilai dapat dimanfaatkan koperasi.
“Nanti tersendiri akan kita bahas. Masih banyak yang harus kita bahas, termasuk peluang Koperasi Merah Putih dan 5.000 kapal oleh Kementerian Kelautan itu kita dorong dan manfaatkan karena ada skema-skema yang bagus yang bisa dimanfaatkan,” tutupnya.






