Jalur Batam-Johor Siap Dibuka: Polda Kepri dan Badan Karantina Perkuat Pengawasan Pintu Perbatasan

Batam, mejaredaksi – Pengawasan perbatasan dan distribusi pangan menjadi fokus utama pertemuan strategis antara Polda Kepulauan Riau dan Badan Karantina Kepri, yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Kepri, Selasa (23/9/2025).

Pertemuan ini tidak hanya memperkuat sinergi kedua institusi, tetapi juga menggarisbawahi komitmen mereka dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan di wilayah perbatasan, termasuk persiapan rencana pembukaan kembali jalur transportasi Batam-Johor.

Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin secara khusus menyoroti beberapa poin krusial. Selain memberikan apresiasi atas kunjungan Kepala Badan Karantina Kepri, Hasim, Kapolda menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengawasan. Ia menyoroti potensi kerawanan, seperti praktik pemalsuan dokumen atau sertifikat yang harus diwaspadai.

“Sinergi antara kita adalah kunci. Kita harus pastikan setiap barang yang melintas, baik itu pangan, hewan, maupun tumbuhan, sesuai dengan ketentuan. Apalagi dengan rencana pembukaan kembali jalur Batam-Johor, pengawasan kita harus lebih optimal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.” ujar Kapolda.

Di sisi lain, Kepala Badan Karantina Kepri, Hasim, menegaskan bahwa setiap barang yang masuk wajib dilengkapi sertifikat karantina.

Hasim menjelaskan, kolaborasi dengan Polda Kepri sangat vital dalam melakukan analisis risiko dan uji laboratorium untuk memastikan keamanan komoditas. Ia juga menyinggung pentingnya koordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk komoditas ekspor kehutanan.

“Dukungan dari Polda Kepri sangat membantu kami. Dengan sinergi ini, kami dapat memastikan bahwa setiap komoditas yang melintas aman dan tidak membahayakan,” kata Hasim.

Selain isu perbatasan, pertemuan ini juga membahas inisiatif penting lainnya. Kapolda Asep Safrudin menyebutkan program Gerakan Pangan Murah yang didukung oleh Bulog dengan distribusi 1.058 ton beras.

Hal ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam menjaga ketersediaan dan harga pangan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakapolda Kepri, Brigjen Pol.  Anom Wibowo, menyoroti peran strategis Karantina dalam aktivitas perlintasan, khususnya hasil laut, yang merupakan potensi besar bagi perairan Kepri.

Dengan pengawasan yang ketat, potensi ekonomi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *