Tanjungpinang,mejaredaksi – Pesawat Citilink rute Jakarta-Tanjungpinang gagal mendarat di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Senin (28/9/2026), akibat cuaca buruk yang disertai kabut asap, hujan lebat, dan petir.
Pesawat tersebut akhirnya dialihkan ke Pekanbaru demi alasan keselamatan. Saat kejadian, jarak pandang rata-rata di Bandara RHF tercatat kurang dari 1 kilometer.
General Manager (GM) Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan, membenarkan kejadian tersebut.
“Gagal mendarat disebabkan cuaca buruk, akibat kabut asap dan hujan lebat disertai petir,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026).
Pengalihan penerbangan tersebut berdampak terhadap 174 penumpang rute Jakarta–Tanjungpinang yang gagal mendarat.
Sementara itu, sebanyak 88 penumpang rute Tanjungpinang-Jakarta tercatat gagal berangkat akibat gangguan penerbangan tersebut.
“Demi alasan keselamatan, maka pesawat Citilink memutuskan untuk mendarat di Pekanbaru,” jelasnya.
Kondisi cuaca saat kejadian juga menyebabkan jarak pandang di kawasan bandara menurun hingga rata-rata kurang dari 1 kilometer.
“Penumpang yang gagal mendarat 174 orang. Penumpang yang gagal terbang 88 orang,” ungkapnya.
Meski sempat terganggu akibat cuaca buruk, aktivitas penerbangan di Bandara RHF kembali normal pada Selasa (29/9/2026).
“Kemarin, pesawat Citilink gagal mendarat akibat cuaca buruk. Namun, hari ini aktivitas penerbangan sudah kembali normal,” tutupnya.










