Jakarta,mejaredaksi – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali mengaktifkan Satgas Anti-Mafia Bola menjelang perhelatan FIFA World Cup 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum, terutama praktik perjudian yang kerap meningkat saat ajang sepak bola terbesar di dunia berlangsung.
Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengatakan pengaktifan kembali satgas tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga agar Piala Dunia tetap menjadi hiburan yang sehat bagi masyarakat.
“Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali,” ujar Kapolri usai menerima audiensi dengan TVRI di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (09/6/2026).
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan aktivitas ilegal yang bertentangan dengan hukum.
“Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian, termasuk taruhan pertandingan sepak bola.
Ia menegaskan bahwa perjudian merupakan tindak pidana yang telah diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan Indonesia.
Selain pengawasan terhadap praktik perjudian, Polri juga akan menggencarkan kegiatan nonton bareng (nobar) di berbagai daerah.
egiatan tersebut akan digelar mulai dari tingkat Mabes Polri hingga polsek sebagai sarana hiburan sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
“Kami akan mengajak masyarakat mengikuti kegiatan nobar mulai dari Mabes Polri, polda, polres hingga polsek di seluruh Indonesia,” ucapnya.












