Kabut Asap Mulai Pekat, BMKG Nilai Jarak Pandang di Kepri Masih Aman Penerbangan dan Pelayaran

Kabut asap akibat kebakaran lahan di Tanjungpinang berlagsung, tahun 2022 lalu. BMKG Tanjungpinang menyebut kabut asap di sebagian besar wilayah Kepri dalam sepekan terakhir masih pada tingkat aman bagi pelayaran maupun penerbangan. (Foto: Dokumen mejaredaksi)

Tanjungpinang, MR – Kabut asap di sebagian besar udara di Kepulauan Riau dalam sepekan terakhir mulai terlihat pekat.

Namun, Badan Meterelogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang menilai kondisi kabut asap ini masih dalam kategori aman bagi penerbangan maupun pelayaran.

Fadris, Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Senin (9/10/2023) menerangkan, visibility (jarak pandang) di sebagian besar Kepri masih dalam ambang normal, di atas 5000 meter.

“Kalau untuk partikel udara kami tidak bisa mengamati karena belum memiliki alatnya,” terangnya.

Sejauh ini, BMKG Tanjungpinang belum mendapati adanya hotspot (titik api) di Kepulauan Riau yang menjadi sumber asap.

Fadris memungkinkan kabut asap yang nampak di Kepri merupakan hasil kiriman.

“Kiriman dari Riau dan Sumatera Selatan juga bisa karena jarak yang terdekat,” tutup Fadris.

Sebagaimana diketahui, di Riau dan Sumatera saat ini dihadapkan dengan permasalahan kabut asap yang semakin menebal diakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Buruknya kualitas udara di dua provinsi ini bahkan mulai mengganggu kesehatan warga.

Singapura dan Malaysia yang berbatasan langsung degan Kepulaua Riau mulai mengeluhkan asap yang berpotensi mengakibatkan kualitas udara memburuk.

Penulis/Editor: Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *