
Tanjungpinang, mejaredaksi – Kelompok tani Serumpun Mandiri Tanjungpinang berhasil menanam cabai merah yang ditanam di atas lahan bekas tambang bauksit.
Lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi tersebut berada di kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang.
Wahyu, anggota kelompok tani Serumpun Mandiri menuturkan, bahwa tanah yang kering bercampur batu bauksit mampu menumbuhkan tanaman sensitif, seperti cabai keriting.
“Kebun di lahan bauksit ini ditanami bebagai jenis cabai dari cabai merah, hijau hingga cabai rawit,” kata Wahyu, Rabu (3/4/2024).
Sekali panen, kelompok tani bisa menghasilkan cabai merah sebanyak 45 hingga 60 kilogram. Cabai hasil panen ini dijual seharga Rp.30 ribu ke distributor maupun ke pasar tradisonal di Tanjungpinang.
Sampai hari ini, kata Wahyu setidaknya kelompok tani Serumpun Mandiri telah melakukan penen sebanyak 800 kilogram cabai merah.
“Kesulitannya membajak cabai di lahan bauksit ini karena kami masih pakai alat manual,” tambahnya.
Sementara menurut, Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang Hasan, menyampaikan bahwa bekas lahan tambang bauksit ini belum dimanfaatkan oleh pemiliknya.
Sehingga, ia mendorong kelompok tani Serumpun Mandiri untuk memperluas lahan olahan pertanian cabai merah di lokasi tersebut.
Pemko Tanjungpinang juga memberikan bantuan berupa mesin kultivator pembuat bedengan cabai merah kepada kelompok tani Serumpun Mandiri.
“Lahan bauksit mampu diolah menjadi lahan pertanian cabai produktif. Kami apresiasi kelompok tani,” tutur Hasan.
Mengenai kebutuhan sarana prasarana lain seperti mulsa, mesin pompa air, selang dan lainnya akan segera diinventarisir oleh Dinas Pertanian.
“Terima kasih telah membantu pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Ismail
Editor: Syaiful












