Kepri Bentuk Tim Pengawas Bahasa, Gubernur Ansar Pertegas Martabat Bahasa Indonesia

Kepri, Pemerintahan606 Dilihat

Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) semakin serius memartabatkan bahasa Indonesia, terutama di wilayah perbatasan. Komitmen itu ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja Sama antara Pemprov Kepri dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rabu (28/1/2026).

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, di Ruang Rapat Balairung Raja Ali Kelana, Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Gubernur Ansar juga mengukuhkan Tim Pelaksana Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Provinsi Kepulauan Riau. Pembentukan tim ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahasa Indonesia digunakan secara baik dan benar, terutama di ruang publik, lembaga pemerintahan, dan sektor pendidikan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengapresiasi langkah cepat Pemprov Kepri. Menurutnya, Kepri memiliki peran strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga, sehingga penguatan bahasa nasional menjadi kunci menjaga identitas kebangsaan.

“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kepri adalah etalase Indonesia di perbatasan, maka penggunaan bahasa Indonesia harus semakin mantap,” ujar Hafidz.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau pada 2026 akan menyalurkan ribuan buku bacaan bermutu ke sekolah-sekolah. Program ini diharapkan menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap bahasa Indonesia sejak dini.

Selain itu, Hafidz juga mengapresiasi hibah lahan dari Pemprov Kepri untuk pembangunan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang. Hibah tersebut membuka peluang pembangunan kantor melalui pendanaan APBN.

Sementara itu, Gubernur Ansar menegaskan, sebagai daerah kepulauan dengan masyarakat multikultural, bahasa Indonesia adalah perekat utama persatuan.

Ia juga mendorong Kantor Bahasa Kepri terlibat aktif dalam program Kesbangpol Masuk Sekolah (KEMAS) guna memperluas literasi kebahasaan di kalangan pelajar.

“Bahasa Indonesia adalah identitas dan pemersatu kita. Sudah sewajarnya kita jaga, rawat, dan gunakan dengan sebaik-baiknya,” tegas Ansar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *