Kepri Masuk Tiga Terbawah Temuan TBC, Baru Capai 29,6 Persen

Tanjungpinang,mejaredaksi – Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TBC) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih menghadapi kendala. Hingga 2026, capaian penemuan kasus di daerah ini baru 29,6 persen.

Dari target 13.825 kasus yang ditetapkan pemerintah pusat, Kepri baru mencatat 4.094 kasus TBC. Capaian tersebut menempatkan Kepri sebagai salah satu dari tiga provinsi dengan temuan kasus terendah.

Posisi Kepri hanya berada di atas Bengkulu yang mencatat 2.303 kasus dan Papua Pegunungan dengan 1.338 kasus.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, menyebut kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan capaian penemuan kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, Kepri berhasil menemukan 6.832 kasus TBC atau 49,8 persen dari target 13.731 kasus.

“Capaian temuan kasus TBC di Kepri ini mengalami penurunan sementara dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Benjamin saat ditemui di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Jumat (11/9/2026).

Jika dirinci berdasarkan kabupaten/kota, Batam menjadi daerah dengan jumlah temuan tertinggi sebanyak 2.806 kasus. Tanjungpinang berada di urutan berikutnya dengan 457 kasus.

Sementara itu, Bintan mencatat 232 kasus, Karimun 314 kasus, Lingga 119 kasus, Natuna 109 kasus dan Kepulauan Anambas 58 kasus.

Benjamin juga menyoroti capaian pengobatan TBC pada 2025. Dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, baru empat daerah yang mencapai target kasus TBC terobati.

Keempat daerah tersebut yakni Bintan sebanyak 486 kasus, Anambas 91 kasus, Natuna 176 kasus dan Karimun 512 kasus. Sedangkan Tanjungpinang mencatat 737 kasus, Batam 4.260 kasus dan Lingga 170 kasus, namun belum memenuhi target pengobatan.

Menurut, salah satu tantangan utama saat ini adalah menemukan warga yang terpapar TBC, khususnya orang yang tertular dari anggota keluarga di rumah.

“Makanya diperlukan cek kesehatan gratis (CKG) dan alat X-ray TBC, agar masyarakat bisa diperiksa dan kasusnya dapat dilacak,” katanya.

Untuk memperluas pencarian, Kemenkes akan memberikan 10 unit alat X-ray TBC beserta dukungan dana bagi tenaga kesehatan. Peralatan tersebut nantinya ditempatkan di 10 puskesmas di Kepri untuk membantu proses pelacakan hingga wilayah yang sulit dijangkau.

Ia meminta pemerintah daerah tidak menyerahkan pemberantasan TBC hanya kepada sektor kesehatan. Menurutnya, pencarian dan penanganan kasus membutuhkan keterlibatan berbagai unsur pemerintahan hingga tingkat kecamatan.

“Kita juga minta Pemda untuk saling berkoordinasi. Karena membasmi TBC ini memerlukan kerja sama lintas sektor, tidak sendiri,” pungkasnya.