Konflik Timur Tengah, Jemaah Umrah Kepri Diimbau Tunda Keberangkatan

Tanjungpinang, mejaredaksi – Ketegangan konflik di Timur Tengah berdampak langsung pada rencana perjalanan ibadah warga Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pemerintah mengimbau calon jemaah Umrah asal Kepri untuk menunda keberangkatan ke Arab Saudi demi alasan keamanan.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kepri, Muhammad Syafii, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima arahan dari pemerintah pusat agar biro perjalanan menunda keberangkatan jemaah yang belum berangkat.

“Kalau bisa ditunda keberangkatannya. Karena sudah ada arahan dari pusat untuk menjaga keamanan warga RI yang mau Umrah,” ujar Syafii, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, langkah ini bersifat preventif menyusul memanasnya situasi konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat. Meski demikian, Syafii memastikan hingga kini belum ada laporan jemaah asal Kepri yang tertahan di bandara Arab Saudi akibat kondisi tersebut.

“Jika diperbolehkan berangkat pulang ya tidak masalah. Jika diminta menunggu, tetap harus menunggu. Sejauh ini belum ada yang tertahan,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jemaah asal Kepri yang saat ini sedang menjalankan ibadah Umrah di Tanah Suci. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 100 orang.

“Di Kepri juga belum ada laporan ada jemaah yang belum pulang dari waktu yang seharusnya,” tegasnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari Kementerian Agama dan otoritas terkait sebelum mengambil keputusan perjalanan. Travel Umrah juga diminta mematuhi kebijakan yang berlaku demi keselamatan jemaah.

Langkah penundaan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko di tengah situasi geopolitik yang belum stabil, sekaligus memastikan keselamatan warga Kepri yang hendak menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *