Proyek Rp101 Miliar, Museum Bahasa Nasional Pulau Penyengat Masuk Tahap Lelang

Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menargetkan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026.

Target tersebut menyusul rampungnya 10 tahapan persiapan yang menjadi syarat utama sebelum proyek memasuki proses pelelangan.

Hal itu dibahas dalam rapat persiapan pembangunan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Misni, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (29/6/2026).

Sekda Kepri, Misni, mengatakan pembangunan Monumen Bahasa Nasional merupakan bentuk penghormatan terhadap Raja Ali Haji yang telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan bahasa Melayu sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia.

Menurutnya, pembangunan monumen tersebut bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi menjadi simbol sejarah sekaligus pengingat bagi generasi muda akan lahirnya bahasa persatuan dari Pulau Penyengat.

“Kalau dunia sudah memberikan penghormatan kepada Raja Ali Haji, maka sudah sewajarnya kita mewujudkan mimpi besar membangun Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat,” katanya.

Ia menambahkan, monumen itu merupakan mimpi masyarakat Kepulauan Riau yang diharapkan menjadi hadiah bagi daerah sekaligus memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat sejarah Bahasa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari, menjelaskan seluruh tahapan administrasi dan teknis pembangunan telah dipersiapkan.

Ia mengatakan, 10 persyaratan utama pembangunan telah diselesaikan, mulai dari studi kelayakan, desain teknis, hibah lahan, dokumen perizinan, hingga reviu HPS oleh BPKP Kepri. Seluruh tahapan tersebut menjadi syarat sebelum proyek memasuki proses lelang.

Menurutnya, proyek ini memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena berada di kawasan Cagar Budaya Nasional Pulau Penyengat, sehingga seluruh proses harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Awal Agustus kami targetkan sudah dilakukan groundbreaking yang akan dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pekerjaan Umum. Pada waktu yang sama pembangunan fisik juga mulai dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses lelang dijadwalkan dimulai pada Juli 2026 dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan.

“Pembangunan fisik akan berlangsung selama 17 bulan dengan total anggaran Rp101 miliar, terdiri dari Rp30,8 miliar pada APBD 2026 dan Rp70,2 miliar pada APBD 2027,” tambahnya.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat akan diresmikan pada 2028, bertepatan dengan peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah lahirnya Bahasa Indonesia.