
Di usianya sembilan tahun, Junio Azka telah beberapa kali menjuarai pertandingan dan memantapkan niatnya untuk menjadi petarung Mixed Martial Arts, seni bela diri campuran.
Pewarta: Andri Mediansyah, Tanjungpinang
Tubuh Junio gempal berotot dengan kepalan tangan yang terlihat kekar. Juga bagian perut dan kaki yang terlihat kokoh. Fostur tubuh yang meyakinkan jika ia adalah seorang petarung.
Belum lama ini, persisnya 10 Agustus 2024, siswa kelas 4 SDN 002 Tanjungpinang Timur ini menjuarai pertandingan kick boxing MMA Fight 14 tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
Bocah kelahiran 11 Juni 2015 ini keluar sebagai juara setelah mengalahkan Trapis dari Camp Ranger Tanjungpinang.
Bukan itu saja prestasi yang telah diraih Junio. Sebelumnya, ia menjuarai pertandingan muay thai antar sekolah se-Kota Tanjungpinang 5 November 2023, kemudian pertandingan muay thai pada pembukaan MMA Kids di The Academy Tanjungpinang, 2 Maret 2024.
Masih di tahun 2014, Junio juga berhasil menjuarai pertandingan boxing MMA Fight 13 SE Kepulauan Riau yang digelar 9 Juni.
Dengan prestasi yang diraihnya, Junio menegaskan jika MMA adalah olahraga yang akan ia tekuni hingga dewasa nanti.
“Saya mau jadi Mike Tyson,” katanya ditemui di sebuah food court di kawasan Bintan Center Tanjungpinang, Jumat (16/8/2024) sore.
Meski ingin seperti Mike Tyson, Junio mengidolakan sosok Nate Diaz, petarung MMA asal Amerika Serikat.
“Saya suka Nate Diaz karena semangat bertarungnya. Semakin berdarah, dia semakin semangat,” ujar Junio lagi.

Maunya Latihan Setiap Hari
Deretan prestasi diraih Junio itu bisa dikatakan diraih secara instan. Putra kedua pasangan Bripka Satria Agus Setiawan dan Mustika Rahmawati ini belum lama menekuni olahraga seni beladiri campuran itu.
Belum genap setahun. Junio pertama kali berlatih MMA pada 3 November 2023, bergabung dengan MMA Tanjungpinang.
“Pertama kali diajak Bunda,” kata Junio yang memilki satu kakak dan satu adik.
Menurut Tika, sapaan ibu Junio, putranya diarahkan untuk berlatih MMA karena melihat kegemarannya menonton pertandingan MMA di HP.
“Awal diajak dia suka. Tidak menolak. Bahkan maunya tiap hari datang ke MMA Tanjungpinang untuk latihan,” kata Tika.
Dirinyalah yang selalu mendampingi Junio berlatih.
“Seminggu empat kali. Saya yang mengantar,” terang Tika.
Suaminya yang bertugas di Satuan Brimob Polda Kepri dia sebut mendukung langkah Junio untuk menjadi atlet MMA.
Sedikitnya dua jam dijalani Junio setiap berlatih. Di bawah asuhan pelatih Fadellullah Rewa dan Saidina Ali, Julio menjalani satu jam sesi latihan fisik dan satu jam latihan teknik bertarung.
“Sering juga lari. Biasanya sekali lari 25 kilo meter. Apalagi kalau mau ada pertandingan,” ungkap Junio.
Tak hanya itu, ia juga mengaku rutin melakukan push up setiap pagi setelah bangun tidur.
Ditanya apakah takut ketika berhadapan dengan lawan tarungnya, Junio dengan santai menggelengkan kepala. Katanya dia tidak takut kalau pun harus berdarah.
“Kalau kena pukul sudah. Tapi sampai sekarang belum pernah sampai berdarah,” pungkasnya.
Setakat ini, Junio menekuni tiga ilmu beladiri: kick boxing, muay thai dan boxing.
“Maunya jadi atlet nasional. Tapi cita-cita saya juga mau jadi polisi seperti Ayah,” imbuhnya.
Dalam padatnya latihan MMA, Tika menyatakan jika dia dan suaminya tetap mengedepankan pendidikan Junio.
“Kalau saat dekat waktu ujian, semua kegiatan Junio di luar sekolah dihentikan dulu. Latihan MMA, les bahasa Inggris, mengaji, untuk sementara distop sampai ujian selesai,” yakin Tika, menyebut Junio pada kenaikan kelas lalu masuk sepuluh besar ranking kelas. (*)












