
Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau menyimpan berbagai keindahan tersembunyi. Salah satunya adalah Desa Pengudang yang menawarkan keindahan dari ekosistem alam yang terjaga oleh kearifan lokal masyarakat setempat.
mejaredaski – Desa Pengudang yang secara administrasi masuk dalam Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, merupakan salah satu kawasan ditetapkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebagai kawasan wisata unggulan Kepulauan Riau.
Memasuki Desa Pengudang yang berada di pesisir Utara Pulau Bintan, mata Anda disajikan pemandangan panorama alam yang asri: ilalang menjulang hijau terhampar seluas mata memandang, juga laut biru serta pasir putih yang memanjakan mata.
Susunan rumah penduduk berbentuk panggung di kawasan pesisir juga menjadi pemandangan khas desa ini. Juga anak sungai dikelilingi rimbun hutan bakau.
Di desa yang sebagian besar warganya mengandalkan laut sebagai sumber penghasilan ini, Anda akan menyaksikan nelayan setempat beraktivitas: mengayuh sampan, atau berjalan menyisir pantai sembari membawa hasil tangkapan.
Ekosistem Andalan
Desa Wisata Pengudang memiliki tiga ekosistem yang menjadi andalan, yakni padang lamun, terumbu karang, dan hutan bakau.
Ketiga ekosistem ini hingga kini masih terjaga dengan konsistensi masyarakat setempat dalam melestarikannya. Upaya pelestarian yang berpijak kepada kearifan lokal. Juga dengan adanya kepedulian dari sekelompok komunitas dalam menjaganya.
Hal inilah yang kemudian menjadikan kawasan ini tetap asri. Kementrian pariwisata mengakui Pengudang sebagai sebuah desa wisata edukasi konservasi terkait pengembangan ekowisata mangrove, terumbu karang serta spesies mamalia langka “dugong”.
Tiga ekosistem yang relatif baik menjadikan kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi padang lamun dan kawasan perairan wisata.
Selain itu, bebatuan granit berukuran besar yang berada di Desa juga menjadi daya tarik tersendiri. Baik dari sisi pariwisata, juga pengetahuan di bidang geologi.

Aktivitas Wisata
Dengan kondisi alam yang dimilikinya, tentu ada banyak aktivitas wisata yang dapat dilakukan di Desa Pengudang. Pengunjung dapat berenang atau setidaknya duduk menikmati segar buah kelapa di pantai.
Juga sangat memungkinkan untuk snorekeling, mengamati pemandangan bawah laut yang berair relatif jernih, yang menyajikan pemandangan ikan bermain di antara terumbu karang.

Bebatuan besar yang ada di kawasan ini akan memberikan pengalaman. Berpose di bebatuan besar menjadikan foto anda lebih menarik.
Selain itu, hutan bakau yang terbentang luas di kawasan pesisir dan tepi anak sungai akan membawa Anda ke suasana yang damai.
Menghirup udara segar di dalamnya, lalu menyaksikan beragam hewan yang menghuni hutan bakau. Bermain kayak di sepanjang anak sungai tentu akan mengasikkan.
Desa Pengudang sangatlah cocok bagi pecinta alam. Juga bagi mereka yang menyukai memancing.
Berwisata di Desa Pengudang tentunya akan lengkap dengan menikmati hidangan laut segar. Seafood yang dimasak oleh koki setempat yang menyajikan citarasa khas.

Bangkit Usai Diterpa Pandemi
Tak terelakkan pandemi Covid-19 yang berlangsung sepanjang 2020 hingga 2022 membuat dunia pariwisata terpuruk. Demikian pula Bintan, termasuk Desa Wisata Pengudang yang mengalami penurunan jumlah pengunjung.
Namun tahun 2023 ini menjadi awal kebangkitan pariwisata, khususnya bagi Provinsi Kepulauan Riau untuk kembali menarik wisatawan untuk datang.
Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran pada Dinas Pariwisata Kepri, Afitri Susanti beberapa waktu lalu mengatakan, tahun 2023-2024 ini pihaknya akan berusaha bangkit dan membenahi sektor pariwisata.
“Semaksimal mungkin,” yakin Fitri.
Kepri yang memiliki tujug desa wisata dia katakan memiliki skema sendiri untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara, yaitu luxurious tourism. Kepri dikatakannya akan berupaya tampil beda di pentas pariwisata dunia.
Kepri punya destinasi wisata minat khusus, yakni wisata religi, sejerah dan budaya.
“Semua ada di tujuh kabupaten dan kota. Semua kita siapkan,” pungkasnya. (*)
Penulis / Editor: Andri






