Menu MBG Kering di Kepri Diprotes Warga Saat Ramadan, Gubernur Ansar Janji Evaluasi

Tanjungpinang, mejaredaksi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu kering yang diterapkan selama bulan Ramadan di Provinsi Kepulauan Riau menuai kritik dari masyarakat. Sejumlah orang tua dan warga menilai paket makanan yang dibagikan kepada pelajar belum memenuhi kebutuhan gizi.

Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial. Warga menyebut paket MBG yang berisi telur rebus, kacang kemasan kecil, dan kurma dinilai terlalu sederhana untuk menunjang kebutuhan nutrisi siswa yang menjadi penerima manfaat program.

Menanggapi hal itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyatakan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap menu MBG yang telah berjalan sejak awal Ramadan 2026.

“Sudah ada pernyataan dari Ketua Badan Gizi Nasional bahwa program ini akan dievaluasi. Kita berharap mana yang masih kurang bisa segera diperbaiki,” kata Ansar, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, MBG merupakan program yang masih dalam tahap pelaksanaan sehingga berbagai penyempurnaan akan terus dilakukan seiring berjalannya waktu.

“Ini program yang sedang berjalan. Sambil berjalan tentu akan terus kita sempurnakan agar pelaksanaannya semakin baik,” ujarnya.

Ansar menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri tetap melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah. Ia juga meminta laporan berkala dari pihak terkait guna memastikan distribusi dan kualitas makanan yang diterima para siswa.

Selain itu, Ansar berencana mengevaluasi kinerja sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menyediakan menu MBG kering tanpa memperhatikan kecukupan gizi penerima manfaat.

“Nanti saya cek dulu, termasuk dengan Pak Wakil Gubernur, karena ini memang harus kita pastikan kembali,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa penerima MBG, Retno, mengatakan anaknya menerima paket berupa roti, telur rebus, dan kacang. Ia berharap menu yang diberikan bisa lebih beragam agar layak dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Kalau bisa ada menu lain seperti ayam goreng atau makanan yang lebih lengkap, supaya benar-benar bermanfaat untuk berbuka,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap evaluasi program ini dapat meningkatkan kualitas MBG sehingga tujuan utama meningkatkan gizi pelajar tetap tercapai selama Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *