
BINTAN, MR – Terhambat perizinan, PT Mangrove Industry Park Indonesia (MIPI) dan PT Bukit Kemunting, Kawasan Indonesia Street City (ISC) harapkan peran pemerintah daerah.
Owner PT MIPI dan PT Bukit Kemunting, Sukardi mengatakan, pembangunan kedua perusahaan ini untuk memajukan daerah kita, yang mana akan menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Dengan adanya perusaahan ini juga anak daerah bisa bekerja tidak perlu lagi untuk bekerja diluar negeri.
“Kita membuat lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya.
Sukardi menyebutkan, dalam pembangunan perusahaan kita sudah menggelontorkan banyak uang, saat ini kami membutuhkan dukungan dan peran pemerintah daerah dan pusat dalam menyelesaikan perizinan.
Perusahaan MIPI di daerah Galang Batang membutuhkan lahan yang banyak dan luas maka sangat mungkin memanggil para investor untuk memajukan kabupaten Bintan.
“Peran pemerintah harus lebih cepat dalam membantu kita dalam perizinan,” sebutnya.
Nantinya, Sukardi menjelaskan, perusahaan ini akan bersaing dengan negara-negara berkembang dalam bidang ekpor impor seperti Vietnam, Malaysia dan Kamboja.
Dalam ekspor nanti menggunakan merek Indonesia yang akan diekspor ke Amerika.
“Saya putra daerah, bukan warga asing, saya ingin memajukan daerah kita,” jelasnya.
Menurutnya, dirinya pulang ke kampung setelah puluhan tahun berada diluar negeri, melihat kampung belum ada kemajuan. Maka saya ingin sekali ikut serta berperan aktif dalam pembangunan perkembangan daerah.
“Mudah-mudahan pemerintah dan kita bisa berjalan bersama sama dan mencari investor yang lebih banyak,” ujarnya.
Sementara, CEO PT. MIPI Edi Jafar mengungkapkan, kendala yang dihadapi untuk perusahan masih banyak khususnya di Galang Batang peruntukan lahannya.
“Apabila soal perizinan lahan selesai maka yang lainya akan ikut menyusul,” ungkapnya.
Edy berharap, dalam hal ini, peran pemerintah daerah dan pusat agar bisa membantu dalam soal perizinan.
Perusahaan ini, banyak menyerap tenaga kerja, Edy menjelaskan, pihaknya bergerak dalam bidang ekspor impor dari kayu olahan dengan target pasaran keluar negeri yakni Amerika.
“Rencananya 500 hektar akan dibangun dengan masa pembangunan 5 hingga 10 tahun yang akan menyerap ribuan tenaga kerja,” ujarnya.
Tidak Didukung Pemerintah Daerah
Sejak memulai pembangunan 6 tahun silam, hingga kini Sukardi mengaku telah mengeluarkan uang cukup banyak, mencapai ratusan milyar rupiah, namun Sukardi kecewa niat baiknya untuk berinvestasi membangun kampung halamannya sendiri tidak mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
“Investasi ini sudah cukup banyak, kita sudah bangun berbagai macam, Resort sudah jadi, tapi sampai sekarang tidak bisa beroperasi karena izin tidak bisa keluar” Tambah Sukardi.
Sukardi juga mengaku kecewa dengan Bupati Bintan Apri Sujadi. “Sejak masih anggota dewan sampai jadi Bupati, pak Apri menjanjanjikan akan membantu kita, tapi kenyataannya… ” keluh Sukardi. (red)






