Pemko Tanjungpinang Siapkan Strategi Tekan Harga Ayam Lewat Kerjasama dengan Bintan

Harga ayam potong di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, mengalami kenaikan  Foto: Ismail

Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Kota Tanjungpinang berupaya menstabilkan harga ayam yang saat ini mencapai Rp42 ribu per kilogram dengan menggandeng Kabupaten Bintan dalam kerjasama distribusi.

Menurut Asisten 2 Pemerintah Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri, harga ayam di Tanjungpinang memang masih tergolong tinggi, sehingga perlu adanya langkah konkret untuk menurunkannya.

Elfiani menyebutkan, harga normal daging ayam seharusnya berkisar antara Rp34 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

Konsumsi ayam di Tanjungpinang yang cukup tinggi, dengan kebutuhan mencapai 4 ribu hingga 5 ribu ekor per hari, menambah urgensi dari kerjasama ini.

“Dengan adanya Perjanjian Kerjasama (PKS) ini, kita berharap harga ayam bisa segera turun dan stok tetap terjaga,” jelasnya pada Kamis (8/8/2024).

Dalam kerjasama ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang akan berperan sebagai pengawas dan pembina, sementara pelaksanaan bisnisnya akan diserahkan kepada asosiasi pemotong hewan yang akan dibentuk dengan payung hukum yang jelas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, menjelaskan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat memotong rantai distribusi yang selama ini menyebabkan harga ayam melonjak.

“Dengan memotong rantai distribusi, kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah dan lebih terjangkau bagi masyarakat,” sebutnya.

Penulis: Ismail

Editor: Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *