
Tanjungpinang, MR – Pemeritah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akan melakukan revitalisasi kawasan Pulau Penyengat serta juga memprioritaskan pada pengembangan SDM masyarakat sekitar sehingga dua aspek tersebut mampu mendongkrak daya tarik Pulau Penyengat.
Hal tersebut akan diwujudkan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad, yang tidak akan berhenti pada pembenahan infrastruktur semata. Guna mengimbangi rencana revitalisasi tersebut Ansat juga akan mengembangkan SDM masyarakat Pulau Penyengat.
“Masyarakat Pulau Penyengat harus mengerti bila rencana yang akan kita jalankan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi mereka. Kita menginginkan agar potensi yang dimiliki Pulau Penyengat di wisata sejarah dan budaya dikemas dengan baik dan tertata,” ujar Ansar dalam rapat di Gedung Daerah, Senin (1/11) malam.
Dijelaskannya, pihaknya akan melakukan berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan keahlian menenun bagi masyarakat, pengembangan digitalisasi UMKM, dan pencanangan Milenial Digital Penyengat (MDP).
Selain itu, masyarakat Pulau Penyengat juga diberdayakan untuk menjadi tenaga teknis untuk melakukan perawatan pada berbagai sarana dan prasarana yang akan dibangun di Pulau Penyengat nantinya. Hal ini merupakan jawaban terhadap keberatan beberapa warga Penyengat mengenai rencana revitalisasi tersebut.
“Jadi masyarakat Penyengat tidak perlu khawatir sebab kita sudah memikirkan semua aspek serta kelanjutannya,” ujar Ansar.
Ansar juga mengutarakan, perlu melakukan pendekatan-pendekatan khusus untuk meyakinkan masyarakat Penyengat mengenai rencana revitalisasi. Untuk itu dirinya akan terus berkomunikasi dan mensosialisasikan mengenai manfaat besar dari revitalisasi pulau Penyengat.
“Kita akan duduk bersama lagi dengan masyarakat Pulau Penyengat supaya ada kesepahaman yang sama dari masyarakat Penyengat untuk niat baik kita ini,” ujarnya.
Rapat kali ini juga membahas tentang pembebasan lahan dan pelebaran jalan sebagai salah satu proyek revitalisasi pulau Penyengat. Hal ini menjadi penting karena Ansar menargetkan revitalisasi pulau Penyengat dapat selesai dalam dua sampai tiga tahun.
“Kita tentu menginginkan pemugaran di Pulau Penyengat bisa segera dilaksanakan karena ini bisa sangat membantu dalam promosi Kepri khususnya Kota Tanjungpinang,” jelasnya.
Dalam berbagai kesempatan Gubernur memang terus mencari peluang pendanaan untuk revitalisasi pulau Penyengat. Gubernur sempat mengajak Kepala Bappenas Suharso Monoarfa untuk berkunjung langsung ke Pulau Penyengat dan meminta dukungan Bappenas untuk rencana revitalisasi. Dirinya juga menjajaki peluang pinjaman dana pembangunan dari PT SMI untuk membiayai pembenahan infrastruktur Pulau Penyengat. Yang terbaru, Gubernur mengajak Bank Riau Kepri menggunakan dana CSR mereka untuk revitalisasi kawasan Pulau Penyengat. Red






