Penataan Gurindam 12 Dimulai, Pedagang Disiapkan Tempati Area yang Lebih Representatif

Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mulai merealisasikan proyek penataan kawasan Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, dengan nilai anggaran mencapai Rp12 miliar.

Proyek strategis tersebut tidak hanya menyasar perbaikan infrastruktur di kawasan pesisir, tetapi juga mencakup penataan zona darat dan laut hingga kawasan Tunjuk Langit.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari, mengatakan pekerjaan fisik pada titik lanjutan telah dimulai setelah kontrak proyek berjalan dalam sepekan terakhir.

Menurutnya, penataan kawasan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan koordinasi bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang, terutama terkait penertiban dan relokasi pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek.

“Proses pekerjaan fisik sudah mulai berjalan. Saat ini kami juga berkoordinasi untuk merapikan teman-teman pedagang yang perlu ditertibkan terlebih dahulu agar penataan kawasan bisa dilakukan secara optimal,” ujar Rodi, Senin (15/6/2026).

Berita terkait: Pedagang Taman Gurindam 12 Tanggapi Rencana Penataan Kawasan, Mayoritas Dukung Relokasi Sementara

Ia menjelaskan, setelah pembangunan infrastruktur selesai, Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang akan kembali membahas konsep penempatan pedagang agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengurangi fungsi kawasan sebagai ruang publik dan destinasi wisata.

Penataan tersebut, ia berharap mampu menghadirkan kawasan perdagangan yang lebih tertib dan memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

“Secara teknis wilayah ini menjadi kewenangan PUPP, tetapi untuk pengelolaan dan penataan selanjutnya akan dilakukan melalui koordinasi kedua belah pihak. Harapannya kawasan ini lebih tertata dan bisa mendukung UMKM naik kelas,” pungkasnya.

Sebelumnya, rencana Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan penataan kawasan wisata kuliner dan ruang publik di Taman Gurindam 12 (G12) mendapat beragam tanggapan dari para pedagang.

Meski sebagian mengkhawatirkan dampak terhadap pendapatan, mayoritas pedagang menyatakan siap mendukung relokasi sementara demi terwujudnya kawasan yang lebih tertata dan nyaman.