Tanjungpinang, mejaredaksi – Minimnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi faktor utama tingginya volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet, Tanjungpinang. Setiap harinya, sekitar 90 ton sampah dibuang ke TPA, sebagian besar berasal dari rumah tangga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjungpinang, Ahmad Yani, menyebutkan bahwa jumlah tersebut tergolong tinggi dan menunjukkan kurangnya partisipasi warga dalam upaya pengolahan sampah. Padahal menurutnya, sebagian besar sampah tersebut masih bisa diolah dan dimanfaatkan.
“Sampah plastik bisa didaur ulang agar memiliki nilai ekonomis, sedangkan sampah organik bisa dijadikan kompos. Tapi sayangnya, belum banyak masyarakat yang melakukan hal ini,” ujar Yani, Minggu (20/4/2025).
Meski angka 90 ton cukup besar, DLH mencatat adanya pengurangan sekitar 4,5 ton per hari berkat keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) dan Bank Sampah yang aktif menyerap sebagian sampah.
Yani menegaskan bahwa TPA Ganet yang menjadi satu-satunya tempat penampungan akhir di Tanjungpinang masih mampu menampung volume harian tersebut.
“Masih ada zona dua dan zona empat yang cukup luas untuk menampung sampah saat ini,” jelasnya.
DLH berharap, masyarakat lebih aktif memilah dan mengolah sampah dari rumah agar beban TPA berkurang dan lingkungan tetap terjaga.
Penulis: Ismail | Editor: Andri






