KarimunPeristiwa

Pria di Karimun Gantung Diri Karena Sayang Tak Berbalas

Korban Tinggalkan Sebuah Catatan

Karimun
Jenazah korban sesaat setelah dievakuasi. Korban yang merupakan seorang pemuda ditemukan tergantung di kamarnya di Desa Sungai Asam, Karimun. Ia diduga nekat gantung diri karena rasa sayangnya kepada sang pujaan hati tak berbalas. (Foto: Putra)

Karimun, Mejaredaksi – Seorang pemuda warga Sungai Asam, Kabupaten Karimun, Kepri, bernama M Saparoni nekat bunuh diri Karena merasa rasa sayangnya kepada pujaan hati tak berbalas.

Saparoni ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di dalam kamar rumahnya, Desa Sungai Asam, Kecamatan Belat, Minggu 3 Maret 2024.

Dugaan penyebab korban nekat menghabisi nyawanya sendiri setelah ditemukan catatan yang diduga dibuat oleh korban terkait perasaannya, hingga berakhir dengan gantung diri.

Berikut tulisan tangan yang diduga ditulis oleh korban:

“Untuk ko (menyebutkan nama perempuan). Makasih ye dah buat aku kecewe. Selemani aku dah cukup sayang sameko. Tapi ko trus aje bikin aku kecewe. Apakah selamenibaku kurang perjuangan aku untuk ko. Semue keinginan ko pasti aku turuti. Aku berjuan selameni hanya untuk ko. Aku rele dipukul kluargako asalkan aku tak dipisahkan dari ko.”

“Titip rindu buat anak aku. Aku adiyahkan Alfateha buat (menyebutkan dua nama perempuan). Aku harap kepergianku kali ini jangan ade yang nangis. Biarkan aku tenang di alam sana. Buat (menyebutkan nama perempuan) semoga bisa menemukan orang lebih dari aku.”

“Mak. Aku sayang sama Mak. Maafkan Roni yang selame ini selalu buat salah same Mak. Sekali lagi maafkan kesalahan Roni.”

“Roni dah tak sangop hidup lagi. Roni sayang koran semue. Selamat tinggal (menyebutkan dua nama perempuan).”

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Gidion Karo Sekali membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Informasi sementara begitu,” katanya, Senin 4 Maret 2023.

Namun Gidion menyebutkan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Kami pastikan lagi, nanti perdalam keterangan dokter perihal tanda-tandanya,” sebut Gidion. (*)

Penulis : Putra

Editor : Andri

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close