Tanjungpinang, mejaredaksi – Penataan kawasan pesisir Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, yang tengah dilakukan Pemprov Kepri menuai respons beragam dari masyarakat. Pembangunan pagar beton di pinggir laut yang disebut-sebut sebagai bagian dari proyek jogging track justru dinilai mengurangi kenyamanan pengunjung yang biasa bersantai di sana.
Selama ini, kawasan tersebut menjadi favorit warga untuk menikmati keindahan laut dan matahari terbenam. Namun, kini sebagian area sudah ditutup dan ditimbun untuk pembangunan trek joging.
“Biasanya kami duduk santai di atas batu pinggir laut. Sekarang sudah dipagar, jadi tidak bisa lagi,” keluh Imel, warga Tanjungpinang, Kamis (17/7/2025).
Hal senada disampaikan Iqbal, pedagang kopi yang biasa mangkal di kawasan itu. Ia menyebut sejak proyek dimulai dua pekan lalu, pengunjung berkurang drastis.
“Pembeli jadi pindah ke area yang belum dipagar. Kami juga ikut pindah-pindah,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kepri, Rodi Yantari menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari penataan kawasan Gurindam 12 agar lebih tertata dan ramah publik.
Proyek senilai Rp4,5 miliar ini mencakup jogging track, taman, dan penguatan struktur pantai.
“Trek joging akan menyatu dengan pedestrian, disusun di atas batu yang menguatkan tepi pantai. Tujuannya agar warga tetap bisa menikmati laut sambil berolahraga,” jelas Rodi.











