Sumut, mejaredaksi – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo mengarahkan penggunaan teknologi terkini dalam pengendalian bencana banjir bandang yang melanda Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga. Fokus utamanya: memastikan setiap langkah penanganan berjalan presisi dan terkoordinasi.
TNI membangun Posko Battle Management System (BMS), pusat kendali berbasis data real-time yang berfungsi sebagai “otak” pemantauan bencana. Dari posko ini, tim dapat melihat titik terdampak secara akurat, menghitung kerugian, hingga memetakan jalur distribusi bantuan paling cepat.
Letjen Kunto Arief Wibowo yang memimpin langsung pengawasan menegaskan bahwa kecepatan memperoleh informasi adalah kunci.
“Tanpa data yang tepat, langkah penanganan bisa meleset. Karena itu BMS menjadi pusat koordinasi utama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/12/2025).
Selain sistem kendali, Pangkogabwilhan I juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Starlink dipasang di sejumlah titik agar komunikasi masyarakat dan posko darurat tetap berjalan. Genset juga disuplai untuk menghidupkan kembali aktivitas listrik yang terputus akibat banjir.
Tak hanya itu, TNI menyalurkan sembako, air bersih, dan perlengkapan darurat, memastikan warga terdampak memiliki akses kebutuhan pokok selama masa pemulihan.
Upaya mitigasi berjalan paralel melalui koordinasi intens dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan relawan. Tujuannya jelas: mempercepat pemulihan dan menjaga agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal secepat mungkin.
Dengan dukungan sistem pengawasan terpadu dan berbagai bantuan lapangan, pemerintah bersama TNI–Polri berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik bagi warga yang terdampak bencana.






