Bintan, mejaredaksi – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar Maritime Camp 2025, sebuah kegiatan yang menggabungkan semangat ilmiah mahasiswa dengan disiplin militer untuk menanamkan wawasan kemaritiman dan bela negara.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Kedaulatan Maritim Indonesia dengan Kesadaran dan Kemandirian dalam Wawasan Kemaritiman Nusantara”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang unik antara generasi muda dan TNI dalam memperkuat kedaulatan laut Indonesia.
Acara dibuka oleh Kaskogabwilhan I Laksda TNI Haris Bima Bayuseto, yang mewakili Panglima Kogabwilhan I. Turut hadir pula Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad, serta sejumlah pejabat utama Kogabwilhan I dan akademisi UMRAH.
Dalam sambutannya, Laksda TNI Haris Bima Bayuseto menegaskan pentingnya sinergi antara kampus dan TNI dalam mencetak generasi maritim yang berdaya saing.
“Maritime Camp ini adalah jembatan antara teori dan aksi. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang laut di ruang kelas, tapi juga memaknainya sebagai ruang perjuangan, sumber ekonomi, dan identitas bangsa,” ujarnya.
Setelah sesi pembukaan dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan tukik, yang menandakan kepedulian terhadap ekosistem laut.
Dalam kegiatan ini juga digelar ice breaking untuk mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan prajurit TNI.
Usai istirahat dan makan siang, peserta mendapat materi bertajuk “Bela Negara dalam Konteks Kemaritiman”, yang membahas tantangan geopolitik dan pentingnya kemandirian dalam mengelola potensi laut nasional.
“Kampus adalah tempat menumbuhkan kesadaran kritis, sementara TNI menanamkan disiplin dan tanggung jawab. Kolaborasi ini melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga siap menjaga laut Nusantara,” ujar Raja Ariza.
Melalui kegiatan ini, UMRAH dan Kogabwilhan I menunjukkan bahwa menjaga kedaulatan maritim tidak hanya tugas militer, melainkan juga tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus poros maritim dunia.






