Tanjungpinang, mejaredaksi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp8,6 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Anggaran ini diajukan untuk menutup kebutuhan operasional yang kian membengkak, terutama biaya listrik dan pengadaan obat-obatan.
Humas RSUD RAT, Syarip Hidayat mengungkapkan, mayoritas dana tambahan tersebut akan digunakan untuk belanja obat dan Bahan Media Habis Pakai (BMHP), yang selama ini belum mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov Kepri.
“Selama ini pengadaan obat dan BMHP belum pernah disupport pemerintah provinsi, jadi kami ajukan penambahan,” jelasnya, Kamis (31/7/2025).
Selain itu, anggaran juga akan dialokasikan untuk pemeliharaan gedung, penambahan pendingin ruangan (AC), serta pembelian alat kesehatan.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Ismiyati menyebut, beban operasional RSUD RAT juga mencakup gaji cleaning service, tenaga keamanan, hingga biaya listrik yang belum terpenuhi dalam anggaran murni.
“Baru saat pembahasan APBD Perubahan kita tahu rincian pastinya. Tapi memang untuk listrik masih kurang,” kata Ismiyati.
Meski tengah kesulitan anggaran, RSUD RAT tetap memberikan tunjangan bagi tenaga kesehatan (nakes), termasuk dokter spesialis yang direkrut langsung oleh pihak rumah sakit. Tunjangan tersebut berasal dari pendapatan BLUD RSUD RAT dan dibagikan sesuai aturan Kemenkes.
Permintaan tambahan anggaran ini menjadi sorotan karena menyangkut layanan dasar masyarakat, sekaligus mengingatkan pentingnya dukungan anggaran berkelanjutan bagi fasilitas kesehatan utama di Ibu Kota Kepri ini.









