Sabu 1,3 Kilogram Digagalkan di Bandara RHF Tanjungpinang, Pemilik Koper Buron

Tanjungpinang, mejaredaksi – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1,3 kilogram berhasil digagalkan aparat gabungan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang, Rabu (6/5/2026). Modus yang digunakan pelaku yakni menyembunyikan sabu di dalam koper penumpang yang hendak diberangkatkan melalui terminal keberangkatan.

Pengungkapan kasus ini bermula saat petugas Aviation Security (AVSEC) Bandara RHF melakukan pemeriksaan rutin di area Hold Baggage Security Check Point (HBSCP) sekitar pukul 10.25 WIB. Saat proses pemindaian menggunakan mesin X-Ray, petugas menemukan citra mencurigakan dari sebuah koper hitam.

Kasat Resnarkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Sianturi, mengatakan koper tersebut diketahui milik pria berinisial AJD. Namun saat hendak dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan, pemilik koper diduga sudah meninggalkan area bandara.

“Petugas AVSEC kemudian berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).

Koper kemudian dibuka di Posko AVSEC dengan disaksikan sejumlah unsur terkait, mulai dari Bea Cukai, BNN, Lanud RHF hingga BAIS TNI. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan lima paket sabu yang disembunyikan di dalam koper.

“Total berat kotor sabu yang ditemukan mencapai 1.315,4 gram,” jelas Lajun.

Selain sabu, polisi turut mengamankan barang bukti lain berupa satu koper hitam merek SITEVUI, lima lembar kertas karbon hitam, serta sejumlah pakaian yang digunakan untuk menyamarkan isi koper.

Hingga kini, Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang masih memburu keberadaan AJD yang diduga sebagai pemilik sekaligus pengendali barang haram tersebut. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan narkotika yang terlibat dalam upaya penyelundupan melalui jalur udara di Tanjungpinang.

Polresta Tanjungpinang mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba. Perang melawan narkotika, rupanya belum mau check-in terakhir di Bandara RHF.