
Tanjungpinang, MR – Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Penanganan Covid-19 Daerah Perlintasan di Wilayah Provinsi Kepri, memastikan hingga saat ini dalam pengawasan terhadap pemulangan Pekerja Migran Indoensia (PMI) belum ditemukan Varian Omicron di wilayah Provinsi Kepri.
Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Satgassus Penanganan Covid-19 Daerah Perlintasan di Wilayah Provinsi Kepri, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu bahwa pihaknya akan terus mewaspadai dan bersiaga terkait varian baru Covid 19 tersebut.
“Kita semua berjuang untuk menjaga Indonesia khususnya wilayah Kepri sebagai palang pintu perlintasan PMI agar terhindar dari Varian Omicron. Hingga saat ini belum ditemukan dan seluruh upaya serta pencapaian ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Daerah, TNI dan Polri serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, di Tanjungpinang, Sabtu (18/12/2021).
Dijelaskannya, dimulai dari pembentukan Satgassus PMI pada April 2021 lalu hingga dengan sekarang tercatat sejumlah 34.551 orang PMI di antaranya berasal dari Singapura sebanyak 3.832 orang dan Malaysia sebanyak 30.719 orang telah ditangani dengan baik oleh Satgassus PMI.
Kemudian sebanyak 1.883 orang PMI juga telah berhasil divaksinasi oleh Tim Mobil Gurindam 12 yang tergabung dalam Satgassus PMI.
Berdasarkan laporan Satgassus PMI pada Jumat, 17 desember 2021 bahwa situasi dan kondisi RSKI Pulau Galang terkait penanganan Covid-19 dalam keadaan aman terkendali.
Sementara itu, Kapenrem 033/WP Mayor Inf Reza Fahlevi juga menyampaikan saat ini terdapat 127 orang pasien yang masih dirawat. Terdiri dari 88 orang laki-laki serta 39 orang perempuan dengan okupansi sebesar 27,6 persen, semua pasien tersebut merupakan PMI yang berasal dari Singapura dan Malaysia.
Hingga saat ini dari hasil pemeriksaan “Genomic Surveilance” seluruh sampel spesimen covid-19 di Badan Litbangkes Kemenkes belum ditemukan varian terbaru dari covid-19 yakni varian Omicron.
“Mari kita bersama sama berdoa semoga agar Pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan kita dapat beraktifitas normal kembali sehingga perekonomian negara kita bisa bangkit,” pungkasnya. Bar








