Segarnya Air Terjun Resun, Destinasi Wisata Alam yang Masih Asri di Lingga

Destinasi wisata Air Terjun Resun, Kabupaten Lingga. (Foto/Istimewa)

Lingga, MR – Ari Terjun Resun merupakan salah satu rekomendasi destinasi wisata alam yang masih asri di Daik, Linnga. Air terjun Resun yang indah ini memiliki sejumlah tradisi yang masih lestari, seperti Ratif Saman, Mandi Safar dan tradisi lainnya.

Terletak di Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, Daik Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pengunjung bisa menikmati sensasi segarnya air terjun lima tingkat dengan kolam-kolam besar. Inilah yang membuat alirannya tak pernah berhenti meski musim kemarau.

Kabupaten yang dikenal sebagai negeri Bunda Tanah Melayu ini merupakan surga wisata alam di wilayah perbatasan. Lingga memiliki panorama pantai dan laut yang indah. Daerah yang memiliki 604 pulau besar dan kecil ini juga memiliki objek wisata hutan, pegunungan, belasan air terjun dan kolam permandian air panas yang menakjubkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Buralimar, yang menurutnya Kabupaten Lingga merupakan daerah yang menawarkan berbagai pesona dengan memiliki paket lengkap.

“Seperti di Air Terjun Resun, airnya jernih di tengah hutan yang hijau asri. Semua masih sangat alami. Hutannya juga masih terjaga. Ini merupakan objek wisata paket lengkap untuk bersantai,” ujar Buralimar.

Salah satu pengelola Air Terjun Resun juga menyampaikan bahwa tempat wisata ini dikunjungi pada akhir pekan serta libur panjang. Namun, jika ingin melihat air terjun ini dipenuhi pengunjung, waktu yang paling pas yakni saat budaya mandi safar dilaksanakan.

Pada saat mandi safar, penduduk sekitar akan beramai-ramai berkunjung ke air terjun ini. Tradisi mandi untuk menolak bala ini sudah dipercaya sejak masa Kerajaan Lingga-Riau-Johor-Pahang.

Sementara itu, untuk bisa sampai ke air terjun Resun, pengunjung dari Batam maupun Tanjungpinang dapat melalui jalur laut ke Pelabuhan Sei Tenam, Lingga, dan kemudian langsung menuju air terjun menggunakan mobil ataupun motor selama kurang lebih 30 menit, atau bisa juga mengguankan speed boat selama sekitar 20 menit.

“Biasanya temapt wisata ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun yang berasal dari luar kota ataupun luar provinsi bahkan mancanegara,” pungkasnya. Bar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *