Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemprov Kepri tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi berasrama yang akan didanai oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sekolah tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 10 hektare dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, termasuk sarana olahraga berstandar semiinternasional di Dompak, Tanjungpinang.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan lokasi yang sebelumnya dipersiapkan untuk pembangunan Sekolah Garuda kini dialihkan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Kepri.
“Memang sebelumnya lokasi ini disiapkan untuk Sekolah Garuda, namun sekarang mendapatkan program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat,” ujar Nyanyang saat meninjau lokasi di kawasan Dompak, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, Pemprov Kepri telah melakukan survei di sejumlah daerah untuk menentukan lokasi terbaik pembangunan sekolah tersebut.
Beberapa wilayah yang telah dikunjungi antara lain Kabupaten Karimun, Lingga, Bintan, serta kawasan Dompak dan Senggarang di Kota Tanjungpinang. Dalam waktu dekat, survei juga akan dilakukan ke Kabupaten Kepulauan Anambas.
Saat ini, Ia mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai dokumen dan persyaratan yang diminta pemerintah pusat agar pembangunan dapat segera dimulai.
Persyaratan tersebut meliputi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sertifikat lahan, konektivitas akses menuju lokasi, hingga Analisis Dampak Lalu Lintas.
“Kita berharap seluruh persyaratan dapat segera diselesaikan sehingga proses pembangunan bisa berjalan sesuai jadwal,” katanya.
Ia mengtakan Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Kepri mengusung konsep boarding school. Seluruh siswa nantinya akan tinggal di lingkungan sekolah selama menempuh pendidikan.
Selain gedung pembelajaran, proyek tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti asrama siswa, tempat ibadah, lapangan bulu tangkis, kolam renang, serta lapangan sepak bola semi internasional.
“PU akan membangun fasilitas sekolah dan sarana pendukungnya. Lapangan sepak bolanya semi internasional, ada kolam renang, bulu tangkis, serta fasilitas ibadah karena para siswa nantinya tinggal di asrama,” jelasnya.
Ia menjelaskan pemerintah menargetkan seluruh proses administrasi dan penyiapan lahan dapat diselesaikan pada Juli 2026. Setelah itu, dokumen akan diserahkan kepada Satuan Kerja (Satker) PU untuk proses lebih lanjut.
“Bulan Juli seluruh persiapan harus selesai. Targetnya Oktober sudah masuk proses lelang dan sekitar Oktober hingga November pemenang lelang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satker Pelaksana Prasarana Strategis Kepri, Riduan Kristian P. Manik, mengatakan pemerintah telah menyiapkan lokasi pembangunan, termasuk dari sisi legalitas dan pematangan lahan.
Menurutnya, kebutuhan lahan ideal mencapai lebih dari 5 hektare karena luas fasilitas olahraga yang akan dibangun cukup besar.
“Kalau hanya tersedia 5 hektare, kemungkinan fasilitas olahraga akan disesuaikan. Bisa saja dipisahkan antara lapangan mini soccer dan lapangan sepak bola semi internasional sesuai luas lahan yang tersedia,” jelasnya.
Riduan juga menuturkan bahwa anggaran yang digunakan pada pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi menggunakan Anggaran APBN.
“Anggaran Sekolah Rakyat Provinsi Pembangunan menggunakan dana APBN,” tegasnya.










