Seorang Wanita Berlumuran Darah Pergi Tinggalkan Puskesmas

Dewi setelah mendapati pengobatan di kepalanya yang luka. Sebelumnya wanita ini meninggalkan Puskesmas dengan Kepala masih mengeluarkan darah.(Foto: Putra)

Karimun, MR – Sorang wanita dengan kondisi kepala mengeluarkan darah, tergopoh meninggalkan Puskesmas Tanjungbalai, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (2/3/20230).

Wanita yang belakangan diketahui bernama Dewi Ultianti ini bahkan menghiraukan seorang petugas kepolisian yang membujuknya untuk kembali masuk ke puskesmas.

“Ibu gak apa apa bu? Ke rumah sakit aja yuk,” ujar polisi berpangkat bintara berusaha membujuk.

Tapi Dewi yang menggendong seorang anak perempuan tak merespon banyak. Darah masih mengucur dari kening di atas pelipis kanan.

Dia terus berjalan sembari meminta polisi segera menangkap suaminya. Ucapan itu terus ia sampaikan sampai akhirnya dia berhenti di sebuah masjid.

Di Masjid Baitul Karim inilah baru dia mau dibujuk untuk kembali ke puskesmas.

Usut punya usut, luka di kepala dialami Dewi akibat cekcok dengan Anang, suaminya. Mereka ribut di sebuah rumah kos di Jalan A Yani.

Akibat cekcok itu Dewi mengalami luka di bagian kepala dan dibawa ke Puskesmas Tanjungbalai. Tapi dia memilih pergi sebelum petugas medis menangani lukanya.

Kapolsek Balai Karimun, Kompol Edy Wiyanto menyatakan, keributan pasutri itu bermula dari Dewi yang memarahi anaknya.

Sang suami marah. Perbuatan istrinya dinilai tidak tepat. Anak yang dimarahi istrinya itu sedang sakit.

Dimarahi suami, Dewi malah balik marah. Dia memukul Anang dengan tanganya. Anang tak terima. Ia makin emosi. Diambilnya pompa, lalu dipukulkan ke kepala Dewi.

Akibatnya seperti itu tadi, darah mengucur bahkan merubah warna kaos yang dipakai Dewi.

Disebut Alami Gangguan Kejiwaan

Menurut Kompol Edy Wiyanto, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terkait kasus ini.

“Dari yang mengantar, korban diketahui kurang normal,” kata Edy, Jumat (3/3/2023).

Tapi pihaknya harus mendalami dulu keterangan warga itu. Edy juga menerangkan pihaknya telah meminta keterangan Anang.

“Untuk sementara suaminya kita amankan,” sebut Edy.

Di kantor polisi, Anang mengakui perbutannya. Katanya, perbuatan itu ia lakukan semata karena kesal Dewi memarahi anaknya yang sedang sakit.

“Anak itu sakit, muntah-muntah. Karena tak mau makan, anak dipukulnya. Saya larang, dia malah pukul saya. Ada pompa dekat saya, saya pukulkan,” cerita Anang.

Soal gangguan mental dialami Dewi, seorang tetangga yang ikut ke Mapolsek Balai Karimun turut memberikan keterangan. Katanya, kondisi kejiwaan Dewi itu sering naik turun.

“Tapi kalau lagi baik, baik sangat,” katanya.

Dewi sering ke masjid. Kadang jam empat subuh sudah berangkat membawa tiga anaknya.

“Tapi pas orang lagi salat, dia malah pergi,” kata si tetangga itu.

Penulis : Putra
Editor : Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *