Tanjungpinang, mejaredaksi – Antrean pembelian BBM subsidi jenis solar kembali mengular di sejumlah SPBU di Kota Tanjungpinang dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini tak lepas dari dampak musim kemarau berkepanjangan yang mendorong meningkatnya aktivitas kendaraan angkutan, khususnya mobil pengangkut air bersih dan material pembangunan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan, terutama lori, sudah terlihat sejak pagi hari. Bahkan di beberapa titik, antrean sempat memanjang hingga mendekati bahu jalan, memicu perhatian pengguna jalan lainnya.
Pengawas SPBU Jalan Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Aziz, menjelaskan bahwa lonjakan antrean terjadi akibat meningkatnya konsumsi solar oleh kendaraan operasional. Menurutnya, permintaan solar melonjak seiring tingginya kebutuhan distribusi air bersih dan aktivitas pengangkutan tanah timbunan.
“Dalam sehari bisa habis sekitar 4 kiloliter. Memang belakangan ini pembelian meningkat, kemungkinan karena pengguna khawatir ketersediaan terbatas,” ujar Aziz, Jumat (30/1/2026).
Sementara itu, pengawas SPBU Jalan D.I Panjaitan Batu 7, Yogi, menilai antrean yang terjadi masih dalam kategori normal. Ia menyebut antrean didominasi kendaraan angkutan barang dan mobil pengangkut air bersih yang memang rutin melakukan pengisian solar.
“Kalau benar-benar padat, antrean biasanya sampai tikungan lampu merah. Sekarang belum sejauh itu,” jelasnya.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang turut mengonfirmasi adanya antrean solar di sejumlah SPBU. Kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany, menyebut musim kemarau menjadi faktor utama, ditambah mulai berjalannya sejumlah proyek pembangunan.
“Banyak kendaraan digunakan untuk mengangkut air bersih, lalu aktivitas pembangunan juga meningkat,” katanya.
Meski demikian, Disdagin memastikan pasokan solar di Tanjungpinang masih dalam kondisi aman. Setiap SPBU rata-rata menerima kuota 2 hingga 4 kiloliter solar per hari dan dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.












