
Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemprov Kepri terus menggeber proyek Jembatan Batam-Bintan. Tahun 2024, mereka tetap akan mengusulkan ke Musrenbang Nasional sehingga masuk ke Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2025.
“Jembatan Batam-Bintan masih akan kita usulkan,” kata Misni, Kepala Bapperenlitbang Kepri, Senin (11/3/2024), soal rencana usulan Kepri ke Musrenbang Nasional. Kata dia, proyek Jembatan Batam-Bintan juga telah dibawanya ke Rakorteknis Bapperenlitbang se-Indonesia di Surabaya, pekan lalu.
Kini, pihaknya menunggu pelaksanaan Rakorgub se-Sumatera, dalam waktu dekat. Pemprov lewat Bapperenlitbang telah mendiskusikan sejumlah usulan proyek strategis Kepri ke nasional. Lewat Rakorteknis di Surabaya, Pemprov Kepri menyodorkan sejumlah proyek guna mendapatkan skema pembiayaannya di APBD.
Dana Pokir
Skenarionya seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Dekonsentrasi, dan sebagainya. Terkait eksekusi proyek bersumber DPRD Kepri, Pemprov masih menunggu usulan mereka. “Soal proyek bersumber Pokir, masih penyusunan di mereka (DPRD Kepri),” kata Misni.
Berdasarkan jadwal dan agenda DPRD Kepri di bulan Maret, tenggat terakhir usulan proyek Pokir pada 20 Maret. Misni mengatakan, seperti tahun sebelumnya usulan ke Musrenbang nantinya penginputan lewat SIPD.
Saat ini, secara berjenjang, Musrenbang tengah berlangsung di kabupaten/kota.
Selanjutnya naik ke provinsi. Dari provinsi, selanjutnya ke Musrenbang Nasional, dengan lebih dulu penyaringan lagi skala prioritasnya lewat Rakorgub se-Kepri. Tahun 2023, Kepri mengusulkan ke Musrenbang Nasional sebanyak 23 proyek strategis. (*)
Editor: Marwah






