Tanjungpinang, mejaredaksi -Hingga Oktober 2024, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Tanjungpinang baru mencapai 70 persen dari target yang ditetapkan tahun 2024 mencapai 100 ribu wisman. Dengan sisa waktu dua bulan target tersebut terancam tidak tercapai
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menyatakan bahwa berbagai faktor menjadi penghambat kenaikan angka kunjungan.
Salah satunya adalah minimnya event-event besar yang biasanya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, terutama karena tahun ini memasuki masa politik yang membatasi penyelenggaraan acara.
“Tahun ini, event-event memang kurang, jadi itu penyebabnya,” jelas Nazri, Kamis (31/10/2024).
Sebagian besar wisman yang berkunjung ke Tanjungpinang berasal dari negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura.
Wisata religi menjadi pilihan favorit mereka, dengan Pulau Penyengat, Vihara Avalokitesvara Graha, dan Vihara Patung Seribu menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi.
“Wisata religi kita banyak dikunjungi wisman asal Malaysia dan Singapura, mereka rutin datang dan menginap di Tanjungpinang,” tambah Nazri.
Untuk meningkatkan daya tarik, pihaknya kini tengah mengemas beberapa objek wisata baru, termasuk kawasan kuliner Melayu Square, Taman Batu 10, serta Taman Budaya di Kampung Bugis.
“Harapan kami, mereka bisa menginap minimal dua hari satu malam di Tanjungpinang,” pungkasnya.










