
Bintan, MR – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang WNI yang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa terbakarnya kapal berbendera Malaysia MT Tiger Star di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, Senin (17/4/2023) malam.
WNI yang masih dinyatakan hilang itu atas nama Iqbal (17), merupakan salah seorang awak kapal MT Tiger Star.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang Slamet Riyadi menerangkan, pencarian melibatkan KN SAR Purworejo, KRI Silea dan dua kapal MRSC Johor Bahru Malaysia Boat Perkasa 29 dan 30.
“Pencarian dilakukan di area Map SAR. Juga dibantu oleh kapal nelayan di sekitar perairan pesisir Pantai Utara Bintan,” ujar Slamet Riyadi, Rabu (19/4/2023).
Pada pencarian hari ini KN SAR Purworejo berhasil mengevakuasi salah seorang ABK bernama Davi, warga negara Indonesia, 35 tahun.
Davi ditemukan kapal berbendera Australis GSL Christel Elisabeth yang sedang melakukan perjalanan menuju Malaysia pada koordinat 1° 32,96 N 104° 47,81 E.
“ABK selamat ini sudah diserahkan ke BPBD Bintan untuk diproses dan kemudian dipulangkan ke daerah asalnya,” terang Slamet.
Menurutnya, pencarian terhadap ABK yang hilang kembali dilanjutkan esok hari.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa terbakarnya MT Tiger Star diketahui setelah kapal kayu nelayan Indonesia berhasil mengevakuasi dua orang ABK yang selamat, serta seorang ABK lainnya yang meninggal dunia.
Dua ABK selamat atas nama George Peter (kapten kapal berusia 55 tahun) dan Anggi (40 tahun).
Sedangkan ABK meninggal dunia bernama Wilmar (50 tahun), pada malam ditemukan disemayamkan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Kota Batam, Kepulauan Riau.
MT Tiger Star berjenis tugboat yang terbakar itu berangkat dari Johor Malaysia. Terdapat lima orang awak yang kesemuanya merupakan warga negara Indonesia.
Kapal tebakar setibanya di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia. Kebakaran terjadi di kamar mesin dan anjungan.
Kapal ditinggalkan dalam kondisi lego jangkar (anchor) dan generator dalam keadaan hidup.
Penulis / Editor : Andri








