Tanjungpinang, mejaredaksi – Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 tak hanya menjadi momen spiritual bagi masyarakat, tetapi juga mendatangkan berkah ekonomi bagi pedagang bunga tabur di Tanjungpinang.
Di Tempat Pemakaman Umum Jalan D.I. Panjaitan Batu 7, aktivitas penjualan bunga meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Jika biasanya penjual hanya mampu meraih omzet sekitar Rp200 ribu per hari, kini angka itu melonjak hingga menyentuh Rp1 juta dalam sehari.
Ica, salah satu pedagang bunga di kawasan tersebut, mengaku kewalahan melayani pembeli. Pada hari biasa, ia hanya menyiapkan sekitar 10 kantong bunga tabur. Namun menjelang Ramadan, stok yang disiapkan melonjak hingga 200 kantong per hari.
“Kalau hari biasa paling 10 kantong saja, itu pun kadang tidak habis. Sekarang bisa ratusan kantong karena memang ramai peziarah,” ujarnya, Rabu (18/2).
Dengan harga Rp5 ribu per kantong, lonjakan pembeli menjelang bulan suci benar-benar menjadi momentum tahunan yang dinanti para pedagang. Ica mengatakan, peningkatan serupa biasanya terjadi dua kali dalam setahun, yakni menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Menurutnya, para peziarah mulai berdatangan sejak pagi hingga sore hari untuk membersihkan makam keluarga sekaligus memanjatkan doa.
Salah seorang peziarah, Lina, mengaku rutin datang setiap menjelang puasa. Baginya, ziarah menjadi bagian penting dalam menyambut Ramadan.
“Sudah tradisi keluarga. Sebelum puasa kami bersihkan makam orang tua dan kirim doa. Rasanya lebih tenang menyambut Ramadan,” katanya.






