Trauma, Warga di 2 Desa Kecamatan Serasan Timur Mengungsi ke Pelabuhan

Warga dua desa di Kecamatan Serasan Timur memadati dermaga Pelabuhan Batu Ampar tak jauh dari pemukiman mereka. Mereka mengungsi karena trauma dengan kejadian tanah longsor yang terjadi di Desa Genting dan Pangkalan Serasan yang merenggut puluhan korban jiwa. (Foto Dokumentasi Meja Redaksi)

Natuna, MR – Warga di dua desa di Kecamatan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Rau, mengungsi ke kawasan pelabuhan karena khawatir akan terjadi tanah longsor di permukiman mereka.

Warga di dua desa ini: Desa Arung Ayam dan Desa Air Nusa – merasa trauma dengan bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan yang diperkirakan merenggut puluhan korban jiwa.

Warga di dua desa tersebut mulai meninggalkan rumah ketika hari memasuki senja. Mereka berduyun ke Pelabuhan Batu Ampar yang dianggap aman jika tanah longsor terjadi.

Ini sudah dilakukan empat malam terakhir.

“Kami takut longsor juga terjadi di desa kami,” Sapri, warga Desa Arum Ayam, Rabu (8/3/2023).

Mereka takut hujan deras sepekan terakhir telah membuat sejumlah kawasan di Desa Arum Ayam dan Air Nusa tergenang.

Hujan juga telah menimbulkan retakan di tiga titik di atas bukit di belakang permukiman.

“Airnya terlalu cepat turun dari gunung (bukit). Sudah ada longsor kecil di atas bukit. Makanya banyak yang lari ke pelabuhan,” pungkasnya.

Pergeseran tanah di atas bukit itu dijelaskan Sapri terjadi berbarengan dengan tanah longsor di Desa Genting dan Pangkalan, Serasan.

Baca juga: https://mejaredaksi.co.id/kesaksian-warga-selamat-dari-longsor-serasan-dalam-hitungan-detik-tanah-bergulung-menyapu-perkampungan/

Selain itu, warga juga takut embung, tempat penampungan air, di atas bukit pecah.

“Sudah banyak rumah yang kosong. Banyak yang lari ke kantor desa, ke pelabuhan, ada yang lari ke kampung sebelah, bahkan ada yang lari ke Kalimantan,” paparnya.

Sapri dan warga lainnya tidak bisa memastikan sampai kapan mereka akan mengungsi. Mereka takut tanah longsor tiba-tiba terjadi.

“Kami trauma dengan yang terjadi di Desa Genting. Entah berapa banyang korban,” tutupnya.

Penulis / Editor : Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *